<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Thamie&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://thamie.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://thamie.wordpress.com</link>
	<description>The Power of Love</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Mar 2011 04:54:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='thamie.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Thamie&#039;s Blog</title>
		<link>http://thamie.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://thamie.wordpress.com/osd.xml" title="Thamie&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://thamie.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Selamat hari Ibu teruntuk ibu, mama dan seluruh ibu di Indonesia..:)</title>
		<link>http://thamie.wordpress.com/2010/12/22/selamat-hari-ibu-teruntuk-ibu-mama-dan-seluruh-ibu-di-indonesia/</link>
		<comments>http://thamie.wordpress.com/2010/12/22/selamat-hari-ibu-teruntuk-ibu-mama-dan-seluruh-ibu-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Dec 2010 01:44:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thamie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thamie.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Persembahan Cinta untuk seluruh Ibu yang mulia&#8230; Sahabat.. Pernahkah kau merasa sakit? dan tak ada orang yang peduli, kecuali pengorbanan bidadari hatimu.. Pernahkah kau merasa kedinginan ? dan tak ada orang yang menghangatkan, kecuali sayap-sayap suci malaikat cintamu..? Pernahkah kau merasa kesepian ? dan tak ada orang yang menemani, kecuali sentuhan lembut dan tawa canda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=40&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Persembahan Cinta untuk seluruh Ibu yang mulia&#8230;</strong></p>
<p>Sahabat..</p>
<p>Pernahkah kau merasa sakit? dan tak ada orang yang peduli,</p>
<p>kecuali pengorbanan bidadari hatimu..</p>
<p>Pernahkah kau merasa kedinginan ? dan tak ada orang yang menghangatkan,</p>
<p>kecuali sayap-sayap suci malaikat cintamu..?</p>
<p>Pernahkah kau merasa kesepian ? dan tak ada orang yang menemani,</p>
<p>kecuali sentuhan lembut dan tawa canda penghibur jiwamu..?</p>
<p>Pernahkah kau merasa haus dan lapar ditengah malam? dan tak ada orang yang memberimu semua itu,</p>
<p>kecuali kecerdasan pendidik sejatimu..</p>
<p>Pernahkah kau merasa ?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku pernah, dan aku baru menyadarinya sekarang..</p>
<p>Aku pernah, dan baru memahaminya sekarang..</p>
<p>Ya..aku pernah&#8230;dan aku baru memulai untuk membahagiakannya sekarang&#8230;</p>
<p>Astagfirullahaladziiim..ampuni aku&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sahabat..tahukah bahwa ia adalah seorang ibu</p>
<p>Ya..Ibu..ibu..dan ibu..</p>
<p>seorang bidadari hati, malaikat cinta, penghibur jiwa dan pendidik sejati didalam hidup setiap buah hati</p>
<p>seorang insan yang mendapat tempat kehormatan lebih tinggi tiga derajat dibandingkan ayah</p>
<p>Ibu..Peran suci seorang perempuan yang dimulai sejak masa 9 bulan dirayakan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terkenang masa-masa terberat bagi seorang ibu</p>
<p>Saat 9 bulan penantian yang mendebarkan namun dihiasi kenikmatan</p>
<p>Setiap tendangan dalam rahimnya adalah tanda manis dari surga</p>
<p>Setiap lelahnya pinggang dan kaki adalah asam manis yang dirindukan</p>
<p>Setiap detak jantung sang janin baginya adalah pertemuan indah yang menakjubkan</p>
<p>Hingga kemudian masa bersatunya dua cinta itu terjadi..</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah..malaikat kecilku telah lahir, selamat datang didunia sayang..&#8221; ujarnya bahagia dalam derai air mata</p>
<p>Subhanallah..Luar biasa cintamu..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ibu&#8230;Maafkan anakmu,</p>
<p>Terkadang aku melupakan betapa besar jasamu disetiap kebajikan yang kau tanam dalam aliran darahku</p>
<p>Terkadang aku melupakan betapa besar kasih sayangmu yang berbalut berjuta kekhawatiran dan air mata ketika ku akan meninggalkanmu</p>
<p>Terkadang aku melupakan masa-masa dikala sakit dan kesepianmu..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ibu..Maafkan anakmu,</p>
<p>Yang lebih memilih kesenangan daripada menemanimu menghabiskan waktu</p>
<p>Yang lebih mendahulukan persahabatan daripada rasa baktiku padamu</p>
<p>Yang lebih mengacuhkan segala nasehat- nasehat kedamaian daripada ego diri</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ibu</p>
<p>Jika hal terindah didunia ini adalah melihat pelangi maka engkaulah pelangi itu</p>
<p>Jika hal yang paling mendamaikan di dunia itu adalah melihat birunya langit maka engkaulah langit indah itu</p>
<p>Jika hal yang paling menerangi di dunia itu adalah mentari maka engkaulah mentariku</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ibu..detik ini ingin ku ungkapkan, bahwa aku sayang padamu..semoga Ibu senantiasa dalam lindungan kasih sayang Nya..</p>
<p>dan Aku yakin, surga pun tak sabar menanti, akan senyum indahmu disana&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>_Tanjung Barat, 21 Desember 2010 tercatat bersama kesyahduan hujan malam_</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thamie.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thamie.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thamie.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thamie.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thamie.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thamie.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thamie.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thamie.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thamie.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thamie.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thamie.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thamie.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thamie.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thamie.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=40&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thamie.wordpress.com/2010/12/22/selamat-hari-ibu-teruntuk-ibu-mama-dan-seluruh-ibu-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98666827795fa5b234c2e704dd85bdba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thamie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Romantisme dalam Kesederhanaan</title>
		<link>http://thamie.wordpress.com/2010/12/18/romantisme-dalam-kesederhanaan/</link>
		<comments>http://thamie.wordpress.com/2010/12/18/romantisme-dalam-kesederhanaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Dec 2010 01:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thamie</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thamie.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[4 november 2006&#8230;.adalah tanggal teristimewa dalam sejarah hidupku dan dirinya. Tanggal yang mengantarkan kami pada indahnya dunia cinta. Saat itu janji suci  dua insan terestui atas izinNya. Ada rasa syukur yang tak sanggup terungkapkan dalam kesederhanaan kata saja. Dalam perjalanannya, ada perjuangan dan pengorbanan yang tak mudah untuk menggapainya. Ada suatu proses dan penantian yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=38&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>4 november 2006&#8230;.adalah tanggal teristimewa dalam sejarah hidupku dan dirinya. Tanggal yang mengantarkan kami pada indahnya dunia cinta. Saat itu janji suci  dua insan terestui atas izinNya. Ada rasa syukur yang tak sanggup terungkapkan dalam kesederhanaan kata saja. Dalam perjalanannya, ada perjuangan dan pengorbanan yang tak mudah untuk menggapainya. Ada suatu proses dan penantian yang mengorbankan perasaan. Alhamdulillah akhirnya semua keresahan itu telah berakhir dalam akad suci&#8230;Terima kasih Ya Rabb&#8230;.</p>
<p>Pernikahan kami berlangsung sederhana. Tak ada pesta yang meriah ataupun bulan madu yang dirancang istimewa dan romantis, seperti layaknya pernikahan bak putri raja yang sering diangan-angankan kebanyakan wanita atau keinginan orang tua diluar sana. Pintaku hanya satu, aku hanya ingin menikah dengannya secara sederhana&#8230;itu saja&#8230;:)</p>
<p>Saat memutuskan untuk menikah, status kami berdua masih tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir, tahu sendiri kan kondisi mahasiswa tingkat akhir ? Dana terkuras untuk biaya skripsi he..he..Pernikahan kami hanyalah bermodalkan kemantapan tekad untuk beribadah dan ketulusan cinta. Keberanian suami untuk segera menikah denganku, merupakan suatu karunia terindah dari Sang Penggenggam jiwa, keberanian yang tak dimiliki kebanyakan laki-laki di zaman sekarang.</p>
<p>Aku memang tidak mengalami indahnya bersanding dipelaminan nan megah ataupun merasakan romantisnya bulan madu di pulau impian atau kamar hotel berbintang lima. Jujur, aku memang tak mendambakan hal itu semua. Mungkin karena aku dilahirkan dari keluarga yang  berlatar belakang sederhana. Dari keempat kakakku, semuanya hanya melangsungkan akad nikah saja tanpa ada resepsi pernikahan yang meriah. Semua itu melekat erat dalam benakku, dan aku pun menginginkannya, jika suatu saat nanti telah datang seorang laki-laki sholeh yang tepat dan berminat untuk menjadikan aku sebagai istrinya (bukan pacar loch ya..) aku akan menerimanya dan melangsungkan segera pernikahan secara sederhana.</p>
<p>Ya..walaupun semua terjadi dalam kesederhanaan, namun aku tetap bisa merasakan nuansa kemegahan cinta dalam pernikahan. Keindahan yang berbeda dan tak pernah kurasakan sebelumnya. Bukankah keromantisan dapat dirasakan tanpa harus membayar sejumlah harga mahal? Ketulusan dan kekuatan cinta mampu menciptakan nuansa romantis dalam hati kita masing-masing, dan itulah yang kami rasakan&#8230;</p>
<p>Masa – masa keromantisan kami telah dimulai ketika akad tengah dilaksanakan secara khidmat. Saat kedua lelaki kebanggaan saling melakukan akad suci, saat itulah hatiku mulai bergejolak dalam kesyahduan rasa. Subhanallah..tak terungkapkan dengan kata. Aku bahagia&#8230;</p>
<p>Mungkin tak ada yang tahu bagaimana perasaanku saat itu, saat jantungku bergejolak penuh bahagia, saat desiran darahku menggelorakan asmara, saat hatiku tak kuasa ingin segera mengungkapkan rasa cinta kepadanya. Ya Rabb akhirnya aku rasakan juga keindahan ini untuk pertama kalinya&#8230;Ya..saat pertama kalinya tangganku disentuh mesra. Saat jari jemari ini saling bertautan erat dalam genggaman tangan, hingga sudut demi sudutnya saling berlekatan penuh gelora. Saat mata kita saling beradu, bertatapan mesra dalam lekatnya hasrat cinta. Tanpa harus berkata-kata aku tahu dia sangat mencintaiku, dan aku pun mencintainya. Suatu wujud bahasa yang sempurna dalam rasa., bahasa cinta. Sungguh..hatiku tak mampu menahan gejolak indahnya suatu karunia teragung ini. Saat bersama mu adalah surga bagiku&#8230; saat itulah energi keromantisan mulai aku rasakan..</p>
<p>Masa-masa bulan madu kami jalani seperti biasa saja. Tak ada yang istimewa dalam hal tempat ataupun pelayanan. Kami hanya menghabiskan waktu di rumah orang tuaku. Hari-hari itu aku manfaatkan sebagai sarana perkenalan suami dengan keluarga besarku agar lebih akrab. Namun kami membangun masa-masa bulan madu tersebut dalam hati yang senantiasa berseri dan bersyukur. Setiap kebersamaan bagi kami adalah masa bulan madu yang sempurna, dimanapun dan kapanpun. Sehingga setiap detik dengan suamiku adalah suatu anugerah yang terindah.</p>
<p>Hari ketiga setelah menikah, kami memutuskan untuk hidup mandiri  memisahkan diri dari orang tua. Di dalam kamar kostanku yang sempit, disitulah kami tinggal untuk sementara waktu. Selang satu bulan kemudian kami pindah ke rumah kontrakan yang lebih besar dan nyaman. Rumahku surgaku&#8230;akhirnya kami bisa bebas tanpa ada lagi kesungkanan karena keberadaan orang lain Ciiihuuuy..he..he..</p>
<p>Ada beberapa hal terindah dimasa- masa pengantin baru yang aku ingat dan tak akan terlupakan. Misalnya saat untuk pertama kalinya suamiku memanggil kata sayang, aku menangis tersedu-sedu terharu bahagia.. Gubraks&#8230;:) maklumlah tak pernah aku dipanggil sayang sebelumnya oleh lelaki tercinta..he..he..</p>
<p>Ataupun saat aku sulit sekali untuk disuruh menyikat gigi sebelum tidur, suamiku tak sungkan-sungkan setiap malam menggendong menuju kamar mandi agar aku mau melakukan kebiasaan baik itu..:)</p>
<p>Ada lagi kegiatan rutin tiap malam suami yang harus mengoleskan lotion anti nyamuk pada kaki dan tanganku, dan di saat tengah malam suamiku senantiasa bersiaga memukul nyamuk-nyamuk ganas itu, padahal aku sudah berulang kali mengingatkan agar tidak terjaga dimalam hari. Alasan suamiku kalo ditanya kenapa hal itu dilakukannya “ Bahkan nyamuk pun tak akan ku biarkan menyentuh kulitmu, selain aku..” Wew..luluh lantak lah hatiku..lumer berdarah – darah..:)</p>
<p>Pernah pula suatu saat, pengalaman indah bersamanya aku rasakan dalam  kesyahduan suasana.  Dalam temaram lampu ruang tamu, suami  mengajakku berdansa dalam iringan lagu. Malu banget sih, terlihat norak..tapi aku suka..he..he..</p>
<p>Satu hal yang aku rasakan dari setiap sikapnya adalah kenyamanan rasa, dan hal itu yang terpenting dari suatu hubungan pernikahan. Saat itulah aku mulai merasakan kehadiran orang yang tepat untuk berbagi cerita baik dalam suka maupun duka. Dialah suamiku seseorang yang siap membimbingku disaat aku melakukan kesalahan, dialah suamiku seseorang yang akan membimbingku menuju jalan yang diRidhoiNya, dialah suamiku seseorang yang menyediakan waktu untukku dalam membantu menyelesaikan skripsi dengan segala tekanan – tekanan didalamnya, dialah suamiku seseorang yang siap memelukku disaat diriku merasa lemah dan terjatuh dalam kelemahan asa.</p>
<p>Dialah suamiku, tempatku menitipkan  rindu didalam jiwa. Dialah suamiku seseorang yang mampu membuatku merasa tenang dari setiap amarah dan kekhawatiran yang aku punya, Dialah suamiku seseorang yang sebelum berangkat kerja tidak lupa untuk mengecup keningku mesra dan mengucapkan kata cinta. Dialah suamiku yang kerap menggenggam tanganku mesra menjelang tidur dan mengucapkan kata “Selamat malam cinta, maafin aku ya&#8230;Terima kasih atas segalanya&#8230;”..So Sweeeet&#8230;:)</p>
<p>Ya Rabb..terima kasih atas semua anugerah yang Engkau berikan. Kepada suamiku tersayang, terima kasih atas segala cinta yang kau berikan, aku semakin mencintaimu waktu demi waktu&#8230;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thamie.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thamie.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thamie.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thamie.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thamie.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thamie.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thamie.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thamie.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thamie.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thamie.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thamie.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thamie.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thamie.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thamie.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=38&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thamie.wordpress.com/2010/12/18/romantisme-dalam-kesederhanaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98666827795fa5b234c2e704dd85bdba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thamie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih Ya Allah..</title>
		<link>http://thamie.wordpress.com/2010/12/05/terima-kasih-ya-allah/</link>
		<comments>http://thamie.wordpress.com/2010/12/05/terima-kasih-ya-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Dec 2010 04:18:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thamie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nazma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thamie.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Mulai akhir bulan Oktober lalu, nama Gunung Merapi semakin populer baik di kalangan masyarakat Indonesia maupun dunia. Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan awan panas. Aktivitasnya yang semakin meningkat dan menimbulkan banyak korban menjadi topik pembicaraan yang tak kunjung lepas. Berbagai media baik cetak maupun elektronik terus menginformasikan keadaan Merapi waktu demi waktu. Silih berganti berbagai stasiun televisi menayangkan gambar-gambar letusan awan panas, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=24&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mulai akhir bulan Oktober lalu, nama Gunung Merapi semakin populer baik di kalangan masyarakat Indonesia maupun dunia. Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan awan panas. Aktivitasnya yang semakin meningkat dan menimbulkan banyak korban menjadi topik pembicaraan yang tak kunjung lepas. Berbagai media baik cetak maupun elektronik terus menginformasikan keadaan Merapi waktu demi waktu. Silih berganti berbagai stasiun televisi menayangkan gambar-gambar letusan awan panas, para pengungsi, dan korban – korban wedus gembel Merapi di Rumah Sakit Dr. Sardjito. Musibah Merapi ini begitu memilukan, terlebih lagi musibah yang menimpa juru kuncinya Mbah Maridjan yang ditemukan meninggal terkena awan panas menambah kesedihan masyarakat luas, meninggalkan duka mendalam disetiap hati warga Indonesia.</p>
<p>Berita ini juga rupanya menarik perhatian putri kecil kami<strong> Siti Nazma Zahira</strong> yang berumur 2,5 tahun. Keingintahuannya terhadap apa yang dilihat, didengar dan dirasa saat menyaksikan tayangan stasiun televisi begitu membuncah didada. Tak ada habisnya kami mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang mengemaskan itu. Nazma yang setiap harinya memang kerap memberondong kami dengan berbagai pertanyaan pun tak luput dari topik pertanyaan tentang meletusnya salah satu gunung teraktif diIndonesia ini.</p>
<p>“Itu gambar apa Mi?” Tanya Nazma sambil menunjuk layar televisi yang tengah menampilkan evakuasi jenazah Mbah Maridjan</p>
<p>“Gambar Mbah meninggal“, jawabku singkat sambil sibuk menyuapi makanan ke mulut kecilnya.</p>
<p>“Mbah apa Mi?”, Nazma kembali bertanya. Mungkin maksudnya sih “Mbah siapa Mi?”, maklum ia belum bisa membedakan kata tanya yang dipergunakan untuk menunjukkan orang atau benda.</p>
<p>“ Mbah Maridjan” dek, jawabku.</p>
<p>“Ooh…” bibir mungilnya membulat. Mungkin ada perasaan lega dari dirinya karena yang dimaksud ternyata bukan Mbah Putri atau Mbah Kakungnya sendiri, he..he.</p>
<p>“Kenapa Mbah meninggal Mi?” tanyanya kembali penuh rasa ingin tahu.</p>
<p>“Mbah meninggal terkena awan panas letusan gunung Merapi, kan Gunung Merapi lagi meletus Dek” ungkapku menjelaskan.</p>
<p>“Mbah meninggal pas sujud, lagi sholat magrib terus meninggal kena awan panas” lanjutku.</p>
<p>“Kenapa Gunungnya meletus Mi ” ujarnya lagi bertanya padaku.</p>
<p>Subhanallah..terkadang aku kewalahan mencari jawaban yang bisa di pahami seorang batita dengan pertanyaan sedetail itu. Sejenak aku berpikir dalam hati..kenapa ya bisa meletus?</p>
<p>“Hmm..gunung meletus karena Allah yang mengizinkan itu semua terjadi” jawabku sesederhana mungkin agar ia dapat menangkapnya.</p>
<p>Tapi kemudian dia menengadahkan kedua tangannya kedepan wajah sambil berucap lirih “Terima kasih ya Allah..”</p>
<p>Yaa Rabb..tersenyum geli aku melihatnya, ingin tertawa namun kembali tersentak dalam memaknai celoteh polosnya. Apakah yang ada dalam benaknya saat itu, mensyukuri disaat menerima musibah adalah hal yang luar biasa. Musibah yang jika menimpa orang durhaka maka merupakan azab baginya, namun musibah bagi orang yang beriman adalah ujian baginya.</p>
<p>Kita harus berprasangka baik karena Allah yang mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Sesuai dengan firman-Nya dalam Al Quran Surat At Taghaabun ayat 11 yang artinya: <em>“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. </em><em>Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”</em></p>
<p>Disaat musibah terjadi banyak orang yang melupakan kekuatan bersyukur. Bersyukur untuk mengundang keikhlasan hati, bersyukur untuk menyadarkan diri agar kita sebagai hamba Sang Khalik menerima musibah yang terjadi dengan ikhlas dan lapang hati. Mengintropeksi diri apakah hal ini terjadi karena kita mengingkari begitu banyak nikmatnya.</p>
<p>Firman Allah dalam Surah Ibrahim ayat 14: <em>“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”</em></p>
<p>Terima kasih ya Rabb.. begitu banyak pelajaran yang kami ambil dari celoteh polosnya, celoteh lucu yang keluar dari mulut seorang anak berumur 2,5 tahun namun terselip makna yang sangat mendalam. Celoteh menggemaskan yang mengantarkan diri pada introspeksi pribadi</p>
<p>Tulisan ini diikutkan dalam :</p>
<p><a href="http://bit.ly/btNhPR"><img class="aligncenter size-full wp-image-30" title="lomba celoteh" src="http://blogfam.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/11/lomba-celoteh.jpg" alt="" width="190" height="60"></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thamie.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thamie.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thamie.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thamie.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thamie.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thamie.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thamie.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thamie.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thamie.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thamie.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thamie.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thamie.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thamie.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thamie.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=24&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thamie.wordpress.com/2010/12/05/terima-kasih-ya-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98666827795fa5b234c2e704dd85bdba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thamie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogfam.com/wordpress/wp-content/uploads/2010/11/lomba-celoteh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lomba celoteh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kuatkan dengan Persamaan, Sempurnakan dengan Perbedaan</title>
		<link>http://thamie.wordpress.com/2010/11/04/kuatkan-dengan-persamaan-sempurnakan-dengan-perbedaan/</link>
		<comments>http://thamie.wordpress.com/2010/11/04/kuatkan-dengan-persamaan-sempurnakan-dengan-perbedaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 01:40:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thamie</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thamie.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Happy Wedding Anniversary 4th..My Love..:) Bercerita tentang kisah cinta berarti berbicara tentang kau dan aku. Bercerita tentang kisah cinta berarti berbicara tentang kesamaan dan perbedaan. Bercerita tentang kisah cinta berarti berbicara tentang kekuatan dan kesempurnaan.Berbicara cinta denganmu berarti bercerita tentang kisah indah dalam hidupku&#8230;cuit..cuit..:P Saat akad nikah mulai diperdengarkan dari kedua mulut lelaki kebanggaan, saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=32&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Happy Wedding Anniversary 4th..My Love..:)</strong></p>
<p>Bercerita tentang kisah cinta berarti berbicara tentang kau dan aku. Bercerita tentang kisah cinta berarti berbicara tentang kesamaan dan perbedaan. Bercerita tentang kisah cinta berarti berbicara tentang kekuatan dan kesempurnaan.Berbicara cinta denganmu berarti bercerita tentang kisah indah dalam hidupku&#8230;cuit..cuit..:P</p>
<p>Saat akad nikah mulai diperdengarkan dari kedua mulut lelaki kebanggaan, saat itulah kisah cinta bersamamu dimulai..Saat itu pula tahun demi tahun aku memulai untuk mengenalmu lebih jauh. Termaknai adanya perbedaan dan persamaan didalamnya. Perbedaan diantara kita tak terpungkiri namun ternyata persamaan diantara kitapun jauh lebih berlimpah,seolah-olah aku menemukan cerminan diri dari sosok pribadimu..prikitiw..:P</p>
<p>Ditahun ke-4 usia pernikahan kita ini, semoga dapat menguatkan segala cinta yang ada dengan potensi persamaan dan perbedaan yang kita miliki. Berharap dengan persamaan kita dapat lebih memperkuat cinta dan dengan perbedaan kita dapat saling menyempurnakan&#8230;#Senyum dulu dong Cinta, serius amat bacanya..kayaklagi penataran pernikahan di KUA..he..he..#</p>
<p>Diawal-awal pernikahan kita, segala perbedaan mulai dirasakan. Misalnya dari selera minuman atau makanan, Aku suka kopi, Abi lebih memilih susu.Aku memilih makan bakso sedangkan Abi lebih memilih mie ayam.Ataupun  Saat Abi harus memakan setiap hari masakan pedas sang istri yang notabene suka pedas padahal lambung dan lidahmu tak kuasa menahan rasa pedas itu (hasilnya sekarang Abi jadi suka pedasss juga he..he..).Selera memang tak dapat dipaksakan namun kebiasaan yang kontinyu dan segudang toleransi yang ada mampu mengubah keadaan ya?..:)</p>
<p>Aku terbiasa tidur dengan penerangan lampu sedangkan Abi tidak.Lagi-lagi rasa toleransi itu berperan penting, sehingga setiap malam ada jadwal apakah lampu harus dimatikan atau tetap menyala..:) Ataupun saat kita membeli perabot rumah tangga pemilihan warna selalu menjadi wacana kecil yang didiskusikan..ha..ha..karena Aku suka warna ungu sedangkan Abi biru.Aku bersyukur perbedaan tidaklah selalu menjadi masalah untuk kita,adakala perbedaan justru terlihat manis.Misalnya saat dihadapkan pada kondisi anak sakit, Aku adalah salah seorang yang bertipe mudah panik saat itulah Abi menenangkan segala kepanikan, karena Abi cenderung lebih tenang dan sabar dlm menghadapinya. Bukankah hal tsb membuka cakrawala kita tentang perbedaan.Ada kalanya perbedaan menjadikan hidup kita lebih lengkap dan sempurna.</p>
<p>Tidak hanya perbedaan yang membuat kita semakin mengenal terhadap pasangan. Persamaan yang ada membuatku semakin terkagum-kagum. Kok bisa sama ya?? Subhanallah..kadang hal itu yang tidak bisa ku pahami, namun ini adalah kekuasaanNya, mempertemukan pasangan karena adanya kesamaan.Aku dan Abi sama2 suka baca sejak kecil,dan bacaan favourit kita sedari kecilpun sama.Sama2 suka membaca majalah Bobo. Kami sama2 mengalami masa2 perpindahan sekolah sewaktu SD karena harus menempati rumah dilain kota. Sama2 aktif mengikuti ekstrakulikuler disekolah, senang ikut olahraga beladiri, sama2 mendapatkan beasiswa di kampus..he..he.. sama2 menyukai tausyiah Aa Gym..sama2 pelupa..sama2 suka travelling..:D ach..rasanya kalo ditulis persamaan akan lebih banyak lagi yang akan ditemui dan hal itu mudah2an lebih menguatkan segala cinta yang kita punya saat ini.aamiin</p>
<p>Aku berharap semoga Allah SWT senantiasa membimbing Abi menjadi pemimpin dan imam yang baik buat istri dan anak-anak kita kelak, membimbing Aku agar menjadi istri dan ibu sholehah, yang patut diteladani.Semoga kebersamaan selama 4 tahun ini tetap bertahan dalam bimbingan cintaNya untuk selamanya, hingga aku,Abi dan mujahid dan mujahidah kita kembali berkumpul di kampung akhirat kelak.Aamiin</p>
<p>Selamat hari pernikahan yang ke-4 untuk kita, semoga Allah memberkahi perjalanan suci ini.</p>
<p>Dari Yang amat mencintai dan merindukanmu..</p>
<p style="text-align:left;">&#8211;Ummu Nazma Hermawan&#8211;</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://thamie.files.wordpress.com/2010/12/12439_1188463197351_1401450810_30591883_5122891_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-33 aligncenter" title="sakinah" src="http://thamie.files.wordpress.com/2010/12/12439_1188463197351_1401450810_30591883_5122891_n.jpg?w=300&#038;h=300" alt="sakinah" width="300" height="300" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thamie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thamie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thamie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thamie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thamie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thamie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thamie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thamie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thamie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thamie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thamie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thamie.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thamie.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thamie.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=32&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thamie.wordpress.com/2010/11/04/kuatkan-dengan-persamaan-sempurnakan-dengan-perbedaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98666827795fa5b234c2e704dd85bdba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thamie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://thamie.files.wordpress.com/2010/12/12439_1188463197351_1401450810_30591883_5122891_n.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sakinah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gerakan Aku Sayang Ibu (Kehamilan Part I)</title>
		<link>http://thamie.wordpress.com/2008/07/21/gerakan-aku-sayang-ibu-kehamilan-part-i/</link>
		<comments>http://thamie.wordpress.com/2008/07/21/gerakan-aku-sayang-ibu-kehamilan-part-i/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 14:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thamie</dc:creator>
				<category><![CDATA[kehamilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thamie.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Melalui diskusi yang cukup panjang dan bujuk rayu suami, akhirnya jadi tergugah juga hati ini untuk sedikit berbagi pengalaman seputar kehamilan dan persalinan. Pada saat mengandung Nazma, Abinya gak pernah capek untuk mencari informasi tentang kehamilan. Mulai dari membelikan buku, majalah, tabloid, hingga browsing ke situs-situs internet yang mengupas tuntas tentang kehamilan. Ikut dalam milis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=16&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Melalui diskusi yang cukup panjang dan bujuk rayu suami, akhirnya jadi tergugah juga hati ini untuk sedikit berbagi pengalaman seputar kehamilan dan persalinan. Pada saat mengandung Nazma, Abinya gak pernah capek untuk mencari informasi tentang kehamilan. Mulai dari membelikan buku, majalah, tabloid, hingga browsing ke situs-situs internet yang mengupas tuntas tentang kehamilan. Ikut dalam milis dunia ibu, dan yang paling aku tunggu-tunggu adalah membaca blog orang lain tentang pengalamannya ketika hamil dan melahirkan.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Ketika membaca pengalaman orang lain tentang kehamilan dan proses kelahiran, sangat mempengaruhi jiwa secara psikologis, salah satunya adalah merasa diri tidak sendirian dalam menghadapi kehamilan. Hal tersebut sangat penting dan menambah ilmu. Oleh karena itu jadi semangat <em>pingin </em>sharing dengan sahabat sekalian, mudah-mudahan ada yang bisa di petik manfaatnya. Selain itu juga ingin mengkampanyekan <strong>Gerakan Aku Sayang Ibu</strong>, karena&#8230;betapa luar biasanya perjuangan seorang ibu dalam mengandung, melahirkan dan merawat anak-anaknya. <em>I love u Mom&#8230;Mmuah&#8230;</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Informasi tentang kehamilan merupakan salah satu oleh-oleh yang amat bermanfaat buat seorang calon ibu dari suami siaga, tentunya disamping makanan bergizi dan perhatian yang ekstra. Untuk para suami dan calon suami diingat-ingat nih&#8230;.istri paling membutuhkan perhatian ekstra disaat mengandung,<em> so</em> jangan ragu untuk mengekspresikan cinta setiap saat dalam berbagai bentuk perhatian&#8230;misalnya sesekali menyempatkan untuk  membuatkan sarapan dan menyuapinya, memijat, mengantarkan istri untuk periksa kandungan ,mengatakan bahwa istri lebih terlihat cantik disaat hamil, membelikannya  intan, mobil, ..<em>hallah</em> kok jadi kurang ajar begini ya jadi istri..he..he..bcanda&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Perjuangan seorang Ibu, dimulai ketika trisemester awal kehamilan. Trisemester pertama ini adalah masa-masa kehamilan yang cukup berat. Namun masa ini bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan karena hampir semua perempuan juga mengalaminya dan mereka telah melewatinya dengan baik, jadi kita pun akan kuat juga melewati masa-masa tersebut..Insya Allah&#8230;. Respon terhadap perubahan hormonal pada setiap perempuan memang berbeda-beda, ada yang biasa saja dalam melewati masa awal kehamilan, ada juga yang sampai dirawat di rumah sakit. Pada saat awal-awal kehamilan nazma, berat badan sempat turun 6 kg, kebayang gak tuh , udah kayak orang cacingan aja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  , bener-bener gak selera makan, setiap makan nasi muntah lagi, gak mau minum air putih, mau nya malah jus buah sama susu coklat ultra..he..he..ya udah deh abinya men<em>stock</em> susu ultra ma jus buah dirumah, banyak banget. Badan lemas, mulut pahit karena terlalu banyak mengeluarkan cairan dari lambung akibat muntah-muntah yang sehari bisa muntah sebanyak 10 kali, kepala pusing, di tambah lagi kena flu berat plus batuk-batuk.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify"><em>Subhanallah</em> bener-bener perjuangan deh selama 3 bulan pertama. Udah gitu jadi malas mandi, malas keluar rumah, sepanjang hari tiduran aja tak berdaya, alhamdulillah gak sampe dirawat dirumah sakit. Abinya Nazma tidak kehabisan akal untuk selalu menyemangati istrinya dengan membelikan mp3 berisi ceramah-ceramah Aa Gym, Mario Teguh, dan murrotalnya Al Ghomidi karena Abinya gak selalu bisa menemani setiap saat,  Abi nya kan harus cari nafkah di Jakarta, demi segenggam berlian..he..he&#8230;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Memasuki tri semester kedua adalah masa-masa yang amat menyenangkan, masa-masa dimana diri merasa cantik sebagai perempuan. Perhatian gak henti-hentinya didapatkan dari orang-orang sekitar. Udah mulai berani bepergian sama Abinya. Jalan-jalan dari Mesjid ke mesjid, toko buku, pameran buku, silahturahim ke rumah saudara-saudara terdekat, pokoknya seneng pergi-pergi deh. Tapi yang nyebelin pas bepergian adalah saat naik busway, gak ada yang mau kasih tempat duduk, padahal lagi hamil 5 bulan..grhh&#8230; sebel. Mungkin karena pakaian gamis yang terlihat lebar jadi gak kelihatan hamilnya, duh untung adeknya kuat..<em>alhamdulillah</em>.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Untuk cerita selanjutnya nanti bersambung lagi ok!!, tentang rekomendasi dokter kandungan perempuan, pemeriksaan ke dokter kandungan yang harus menunggu 5 jam untuk periksa, dan sekaligus dana yang harus dikeluarkan untuk pemeriksaan..<em>Insya Allah</em> ada manfaatnya ya buat calon ibu dan calon ayah. Aamiin.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Hal – hal penting dari tulisan kali ini adalah :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Kehamilan 	adalah sesuatu yang harus disyukuri karena tidak semua perempuan 	diberi kesempatan untuk hamil, berbahagialah&#8230;</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Kehamilan 	bukanlah penyakit, justru ini adalah bukti bahwa kita dan pasangan  	sehat  secara jasmani. Dengan begitu kita siap menghadapi morning 	sickness yang cukup melelahkan .semangat!!!</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Untuk 	para calon Ayah jangan lupa memberikan perhatian ekstra pada istri 	tercinta ya..hal ini penting banget loh&#8230;</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:200%;" align="justify">Banyak 	banyak cari informasi dan sharing tentang kehamilan</p>
</li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thamie.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thamie.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thamie.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thamie.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thamie.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thamie.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thamie.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thamie.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thamie.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thamie.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thamie.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thamie.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thamie.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thamie.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thamie.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thamie.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=16&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thamie.wordpress.com/2008/07/21/gerakan-aku-sayang-ibu-kehamilan-part-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98666827795fa5b234c2e704dd85bdba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thamie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kabar dari Ummu Nazma</title>
		<link>http://thamie.wordpress.com/2008/07/21/kabar-dari-ummu-nazma/</link>
		<comments>http://thamie.wordpress.com/2008/07/21/kabar-dari-ummu-nazma/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 14:25:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thamie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nazma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thamie.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah,segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesempatan untuk berbagi cerita, di sela-sela kesibukan mengurus si kecil..Sebelumnya terima kasih banyak buat sahabat sekalian yang telah memberikan perhatian buat sikecil sama umminya (maaf rada-rada telat bilang terima kasihnya,maklum baru sempet ngetik sekarang nih:) ) segala ucapan selamat dan doa yang telah ditujukan untuk keluarga kecil kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=12&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Alhamdulillah,segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesempatan untuk berbagi cerita, di sela-sela kesibukan mengurus si kecil..Sebelumnya terima kasih banyak buat sahabat sekalian yang telah memberikan perhatian buat sikecil sama umminya (maaf rada-rada telat bilang terima kasihnya,maklum baru sempet ngetik sekarang nih:) ) segala ucapan selamat dan doa yang telah ditujukan untuk keluarga kecil kami sangat begitu bernilai, terutama buat Om Fahri yang mau jauh-jauh nengokin datang ke pandeglang walaupun sempet keki ya, diusir-usir sama sepupunya Nazma he..he&#8230; dan juga buat Tante Ucy, Tante Novita and Tante Chika untuk bingkisannya&#8230;.hayo siapa lagi berikutnya yang mau nyusul kasih bingkisan masih ada waktu kok belum telat&#8230;he..he..ngarep..:-)</p>
<p align="justify">Tidak dipungkiri ibu melahirkan memang membutuhkan perhatian lebih dari orang-orang sekitar..terutama keluarga dan suami tercinta.. Rasanya seneng banget ada yang kasih perhatian apapun itu bentuknya. Seorang perempuan yang baru saja melahirkan akan mengalami perubahan hormonal sehingga wajar saja ada perasaan yang tak menentu menghinggapinya, ada perasaan senang, sedih, takut, bingung. Dukungan orang-orang tercinta amat sangat membantu mengatasi hal-hal tersebut. Sama halnya seperti yang dirasa ketika sedang mengandung buah hati terutama di trisemester pertama, bukan begitu ukhti Marda? he..he.. Untuk Marda yang sekarang memasuki usia kehamilan 5 bulan, berdasarkan pengalaman nih, lagi mengalami masa – masa yang cantik buat seorang perempuan,ya gak? Selamat berbahagia ya ukh..mudah-mudahan diberi kelancaran dan kemudahan dalam melahirkan kelak, Aamiin.</p>
<p align="justify">Sekarang Nazma sudah 2 bulan dan banyak cerita yang ingin disampaikan, secara gitu masih pasangan muda yang terkagum-kagum plus bingung saat mulai memasuki masa-masa kehamilan , proses melahirkan hingga pasca melahirkan. Ada mitos-mitos kehamilan hingga pasca melahirkan yang seharusnya dicerna dengan baik karena banyak mitos-mitos tersebut yang ternyata tidak kami alami. Ilmu dan pengalaman-pengalaman yang syar&#8217;i menjadi penuntun yang sangat membantu dalam melewati masa-masa &#8220;ajaib&#8221; tersebut.</p>
<p align="justify">Ya&#8230;memiliki anak bukanlah suatu prestasi karena langkah kita sebagai orang tua tidak terhenti hingga pada &#8220;memiliki&#8221; anak saja, namun merawat serta mendidik dengan cinta dan tauladan adalah sesuatu yang harus kami lewati saat ini. Mohon doa dari semua agar anugerah terindah <a title="Nazma" href="http://picasaweb.google.com/dhermawan/SitiNazmaZahira" target="_blank">SITI NAZMA ZAHIRA</a> dapat kami jaga dengan baik. Aamiin.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thamie.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thamie.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thamie.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thamie.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thamie.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thamie.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thamie.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thamie.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thamie.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thamie.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thamie.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thamie.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thamie.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thamie.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thamie.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thamie.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=12&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thamie.wordpress.com/2008/07/21/kabar-dari-ummu-nazma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98666827795fa5b234c2e704dd85bdba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thamie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jago Masak vs Jago Makan</title>
		<link>http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/jago-masak-vs-jago-makan/</link>
		<comments>http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/jago-masak-vs-jago-makan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 00:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thamie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/jago-masak-vs-jago-makan/</guid>
		<description><![CDATA[Ada kejadian yang memalukan yang saya alami.Tapi jangan bilang – bilang ya&#8230;apalagi sama mertua saya..wah..bisa dipecat nih nanti jadi menantu Ya..mudah-mudahan sih ada pelajaran yang bisa dipetik khususnya buat calon istri. Pagi buta sehabis sholat shubuh saya belanja sayuran didepan rumah. Pedagang sayur dikawasan rumah kami memang sudah menjajakan dagangannya sejak pukul 4 subuh .Kegiatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=7&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
<em><font face="Times New Roman, serif">Ada kejadian yang memalukan yang saya alami.Tapi jangan bilang – bilang ya&#8230;apalagi sama mertua saya..wah..bisa dipecat nih nanti jadi menantu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Ya..mudah-mudahan sih ada pelajaran yang bisa dipetik khususnya buat calon istri.</font></em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" align="justify"> Pagi buta sehabis sholat shubuh saya belanja sayuran didepan rumah. Pedagang sayur dikawasan rumah kami memang sudah menjajakan dagangannya sejak pukul 4 subuh .Kegiatan berbelanja sayur ini baru saja saya nikmati setelah menikah. Dulu&#8230;sewaktu belum menjadi istri boro &#8211; boro berbelanja sayuran yang namanya belanja baju aja saya paling gak <em>demen  </em>kecuali kalo dikasih..he..he&#8230;Ya&#8230;sekarang sih beda..namanya juga istri kudu bisa masak, mau gak mau&#8230;ya.. harus mau, kata mertua sih biar disayang suami gitu&#8230;.<em>yo wes</em> lah..inikan ibadah  juga. Jangankan disuruh masak disuruh makan juga saya  siap&#8230;..ha..ha..ha..<span id="more-7"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" align="justify"> Mhm..bingung juga nih mau masak apaan. Abis resep yang hapal diluar kepala terbatas, udah gitu mesti pinter-pinter milih menu .Menu yang halal, sehat, bergizi, dan juga enteng dikantong&#8230;Akhirnya setelah menjelajahi segarnya sayuran yang tampak didepan mata diambillah resep yang paling gampang, lezat, bergizi, murah, meriah&#8230;pokoke resep andalan para istri yang baru belajar masak.. Sayur sop ,orek tempe, bakwan jagung plus sambal lengkap dengan lalapannya. Mhm..yummy&#8230;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" align="justify"> Sesampainya dirumah jari jemari ini rasanya tak sabar untuk segera mengolah, Layaknya sang koki profesional saya mulai meracik bahan makanan dengan berbekal resep keluarga. Ramai sekali bunyi didapur saya saat itu. Suara dentingan panci dan sendok, percikan minyak dipenggorengan, gesekan pisau dan sayuran seakan -akan menjadi melodi tersendiri yang baru ditelinga. Doa pun menjadi bagian utama dari prosesi masak – memasak yang saya lakukan. Dengan harap yang amat sangat..saya pun berucap pelan &#8221; Allah..jadikanlah enak masakan ini di lidah suami saya..&#8221; Ternyata manjur saudara-saudara..setiap mencicipi masakan saya, suami pasti berkata &#8221; Mhm..enak&#8230;pinter bener istriku ini memasak..&#8221; walaupun dengan ekspresi yang tidak selalu konsisten, kadang senyum ceria, senyum dikulum hingga sekedar mesem – mesem&#8230;ha..ha..ha..</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" align="justify"> Sekitar 1 jam lebih selesailah sudah masakan saya hari itu. Tampak dari luar, semuanya terlihat baik-baik saja, bakwan jagung, orek tempe dan sayur sop begitu menggairahkan untuk dicoba, apalagi masih dalam keadaan hangat, wah&#8230; rasanya akan terasa <em>ma&#8217; nyess</em> dilidah. Tiba saatnya untuk membuktikan, orek tempe dan bakwan jagung mendapat giliran pertama untuk dicicipi&#8230; Gurih, garing mmh&#8230; enak..enak..enak.. Namun saat kuah sop diterima syaraf perasa , wah..asemnya bukan maen..ini sayur sop apa sayur asem ya&#8230;entah apa yang menyebabkan asem masuk kedalam sayur sop saya, padahal itu bukan menjadi bagian bumbu yang harus dicampurkan. Ya sudah lah gak apa-apa sayur sepanci masa mau dibuang begitu aja&#8230;kan sayang. Lagian suami saya bukan tipe orang yang cerewet tentang masakan. Jadi ya..sayur <em>must go  on</em>..must di <em>maem.</em>&#8230;.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" align="justify"> Selang beberapa lama ponsel saya berbunyi. Suami menelepon, menginformasikan bahwa mama akan datang kerumah hari itu.O..oow&#8230; keceriaan yang semula menghiasi wajah ini, mendadak menjadi pucat pasi saat teringat sayur sop yang asam&#8230;bagaimana nanti kalo ibu mertua sampai tahu, kan bisa berabe. Suami sih masih bisa ada toleransi tapi kalo ibu mertua wah&#8230;ini mah gak bisa maen-maen. Walaupun ibu mertua saya telah memaklumi bahwa saya tidak jago masak tapi ..kan gak enak juga. Udah jauh-jauh datang malah disuguhin resep baru yang terasa aneh dilidah. Ada pikiran untuk membuang saja sayur sepanci itu tapi kok rasanya sayang..banget..udah cape &#8211; cape masak eh malah dibuang udah gitu sepanci lagi.., mau di kasihkan ke tetangga gak mungkin juga&#8230;pussying &#8230;..!!!</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" align="justify"> Dalam pergolakan perasaan yang tak menentu sang pemilik kontrakan rumah saya tiba &#8211; tiba datang untuk sekedar mampir, kebingungan seorang diri rasanya tak sabar untuk segera dibagi. Dengan fasih semua cerita tentang masakan gagal saya akhirnya keluar juga. Waduh.. ternyata saya malah mau tambah nangis saudar-saudara, ibu kontrakan saya malah semakin menyempurnakan kebingungan ini dengan kata-kata yang provokatif menakuti&#8230;&#8221; Hayo loh Mbak Tami..nanti mertuanya kecewa ..udah buang aja&#8230;.&#8221; rasanya lemaslah sudah sekujur badan saya, lunglai tak berdaya&#8230;.pingin nangis..huuwwaaaa&#8230;&#8230;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" align="justify"> Beberapa jam kemudian setelah berputar otak dan menenangkan diri sendiri, akhirnya seulas senyum sudah dapat mengembang di ujung bibir saya ..Tahukah saudara apa yang saya lakukan terhadap sayur itu.? saya memakan habis semua sayur sop itu sendirian, 1 panci sayur sop dalam hitungan menit &#8230;Pol sampe ludes des..des&#8230;he..he&#8230;pikir saya..daripada mertua sampai tau&#8230;.kan gak enak&#8230;.daripada sayur sepanci dibuang&#8230;.kan mubajir, daripada dikasihkan ke orang&#8230;kan gak berkah , mendingan dimakan aja sendiri.:) ternyata menjadi seorang istri itu gak harus JAGO MASAK juga loh..tetapi juga kudu JAGO MAKAN dijamin deh bakalan ludes, jangankan makanan yang enak makanan yang gak enak sekalipun bakalan tak ada sisa dirumah&#8230;.ha..ha..ha..</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" align="justify"> Jadi geli sendiri kalo inget kejadian itu..kok bisa ya dalam keadaan panik menghabiskan sayur sepanci <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Untuk calon istri jangan sungkan – sungkan belajar masak deh, tapi yang bener ya..:) gak ada ruginya kok. Ya&#8230;walaupun memasak bukan tugas utama istri, tapi akan ada kebahagian tak ternilai jika orang – orang tercinta dapat menikmati masakan dari tangan kita sendiri, sepakat ?</p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" align="right">  <font size="2">condet. Juni2007</font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" align="justify">  <font color="#0099ff">Teruntuk  suami tersayang..:</font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif;" align="justify">  <font color="#0099ff">&#8221; makasih  ya untuk kesabarannya mencicipi setiap masakan ku&#8230;.&#8221;</font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">  <font face="Times New Roman, serif">	</font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">  <font face="Times New Roman, serif">	</font></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thamie.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thamie.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thamie.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thamie.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thamie.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thamie.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thamie.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thamie.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thamie.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thamie.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thamie.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thamie.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thamie.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thamie.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thamie.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thamie.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=7&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/jago-masak-vs-jago-makan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98666827795fa5b234c2e704dd85bdba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thamie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akhwat&#8230;Please Donk Ah&#8230;!!!!</title>
		<link>http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/akhwatplease-donk-ah/</link>
		<comments>http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/akhwatplease-donk-ah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 00:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thamie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/akhwatplease-donk-ah/</guid>
		<description><![CDATA[Dua akhwat kalem sedang dalam perjalanan menuju kediaman seseorang. Sambil cekikikan disepanjang jalan (ngakunya kalem kok cekikikan&#8230;.please donk ah&#8230;), mereka berdua membicarakan mabit malam ini yang dirasakan akan sangat istimewa. Jarang – jarang mabit akhwat kali ini akan dikerumuni banyak ikhwan.ups&#8230;salah ding !!he..he..lagian siapa juga yang mau &#8230;maksudnya jarang – jarang mabit kali ini akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=6&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="justify"><strong>	</strong></p>
<p>Dua akhwat <em>kalem</em> sedang  dalam perjalanan menuju kediaman seseorang. Sambil <em>cekikikan</em>  disepanjang jalan (ngakunya <em>kalem</em> kok <em>cekikikan</em>&#8230;.please donk ah&#8230;), mereka berdua membicarakan mabit malam ini yang dirasakan akan sangat istimewa. Jarang – jarang mabit akhwat kali ini akan dikerumuni banyak ikhwan.ups&#8230;salah ding !!he..he..lagian siapa juga yang mau &#8230;maksudnya jarang – jarang mabit kali ini akan dihadiri seluruh personil akhwat pengurus inti. Biasanya mereka menangkis setiap undangan mabit yang diadakan, dengan dalih <em>si..bu..ek&#8230;</em>SIBUK.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="justify">  <em>	Euleuh..euleuh&#8230;</em><span id="more-6"></span><em>meni </em>gaya nih akhwat&#8230;jam terbangnya udah kaya artis aja ya..!!!Hushh&#8230;gak boleh Su&#8217;udzon&#8230;tuntutan dakwah diluar sana ternyata membutuhkan juga sepak terjang akhwat – akhwat tangguh ini. Siapa yang menyangka coba.. setiap ada kegiatan acara diluar, akhwat – akhwat ini sering diperlukan kehadirannya, alhasil mabit sering ditangguhkan deh jadwalnya. Lagi – lagi mabit jadi tumbal, kaciaaaan&#8230; deh lo&#8230; Paling – paling koordinator mabit cuma bisa gigit jari, ya&#8230;masih mending sih cuma gigit jari sendiri, coba kalo gigit jari orang lain&#8230;.kan bisa panas dingin tuh orang, kena infeksi&#8230;he..he..he..</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="justify"> Semakin lama semakin mengeras aja cekikikan 2 akhwat ini, dari hi..hi..hi hi terus jadi he..he..he he eh malah nambah besar volumenya jadi huwha..ha..ha..ha&#8230; aduuuuh akhwat..please deh&#8230;kan makin keliatan aja kalo lagi pada kesurupan&#8230;, kalo enggak <em>cekakakan</em> kaya gini aja udah pada suerem, apalagi kalo iya..hi&#8230;!!merinding juga ngebayanginnya. Saudara-saudara tau gak ? 2 akhwat ini ternyata adalah koordinator mabit dan asistennya (Alamaaak..koordinator ma asistennyanya aja udah kaya gini, gimana anak buahnya ya..??? pyusiiing&#8230;!!!) ternyata mereka berdua sedang membicarakan sebab musabab para akhwat yang lebih cenderung memilih kegiatan diluar sana dibandingin ikutan mabit sebagai salah satu program kerja dari keputrian di Universitasnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="justify"> Selidik punya selidik ternyata mabit para akhwat yang anggotanya notabene pada suka makan ini, merasakan gundah yang menggulana tatkala tak ada asupan gizi yang masuk disaat mabit. Oo&#8230;ternyata gak ada konsumsinya toh..jadi pada mabur&#8230;Hiks&#8230;sedih amat sih nih keputrian gak ada dana buat konsumsi, terus&#8230;masa&#8230;anggotanya gak mau pada mabit cuma lantaran gak ada konsumsi&#8230;ih&#8230;gak akhwat banget. Eit&#8230;jangan suu&#8217;dzon lagi dong..kalo cuma gak ada konsumsi sih masih bisa toleran tapi ternyata mabit ini punya aturan yang buat akhwat pada gak kuku&#8230;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="justify"> Aturan pertama&#8230;mabit diadakan setiap malam kecuali hari libur (waduh&#8230;udah kaya jam kerja satpam aja nih) aturan kedua setiap peserta mabit membayarkan infak seikhlasnya minimal Rp 5000 ( Gubrak&#8230;.seikhlasnya kok dijatah kaya gini&#8230;.) aturan ketiga tidur paling lambat jam 2 pagi. Kemudian diteruskan sholat malam jam 3 pagi&#8230;(bener-bener deh&#8230;gak kuku&#8230;kalo tiap hari tidur cuma 1 jam Rasulullah aja nyontohinnya gak begitu deh ) No konsumsi dan no ngobrol ngalor ngidul sepanjang rapat. Mhm&#8230;ekstrim juga nih peraturan, jelas aja akhwat- akhwat pada banyak yang <em>ngeles </em><span style="font-style:normal;">. Para akhwat cenderung lebih giat dalam mencari kesibukan diluar keputrian supaya ada alasan untuk menghindari mabit. Dari mulai ngajar TPA, kuliah malam, ngajar privat, ikutan berbagai seminar muslimah, training-training, pengajian – pengajian mulai dari pengajian buat remaja, majelis taklim ibu-ibu ampe majlis taklimnya bapak-bapak&#8230;ups..gak ding yang ini mah..:)!!! </span></p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="justify"> Kebijakan pun akhirnya segera diubah, 2 akhwat ini berputar otak mencari jalan keluar yang cerdas, tak ada lagi jadwal mabit yang padat, tak ada lagi kelaparan, tak ada lagi penderitaan menahan kantuk disaat rapat, tak ada lagi pemaksaan infak, pokoke semua peraturan mabit terdahulu&#8230; da&#8230;dah bye..bye&#8230; Peraturan berganti menjadi menyenangkan dan penuh toleransi.Cihuiiii&#8230;.</p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="justify"> Malam ini menjadi mabit perdana para akhwat. Dari kesekian jadwal mabit yang telah disosialisasikan baru mabit malam ini yang sukses, maka nya sumringah di wajah sang koordinator dan asistennya tak mungkin dapat disembunyikan. Di Mabit perdana ini sang koordinator akan mengumumkan kabar gembira itu, para akhwat pengurus inti diharapkan hadir semua tanpa ada yang absen satu orangpun. Dengan iming-iming bahwa para pengurus akhwat yang hadir akan dipastikan mendapat jodoh. ( Glek&#8230;.ada juga ya mabit kaya gini.:) ) maka.. <em>Tring</em>&#8230;dengan sigap para akhwat sudah  datang ditempat, tepat waktu.. bahkan sebelum koordinator mabit dan  asistenya tiba.</p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="justify">  	Mengawali acara pembukaan ,  dentang jam  berbunyi sebanyak 8 kali diselingi suara cicak yang  berdecak 8 kali .<em>teng..cckk..teng cckk.</em>.( wuaaahh&#8230;fals&#8230;..) Salam, shalawat dan puji – pujian terhadapNya mengiringi suasana syahdu malam itu . Susunan acara mulai terlewati satu demi satu hingga pada saatnya pembacaan peraturan mabit yang baru, akan dimulai. Lantang dan tegas peraturan itu dibacakan.</p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="justify">  PERATURAN MABIT AKHWAT PENGURUS  KEPUTRIAN  adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;" align="justify">  	Mabit yang diadakan merupakan  	program rutinan  yang wajib diikuti oleh seluruh pengurus</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;" align="justify"> Mabit diadakan dengan tujuan sebagai sarana mengevaluasi kegiatan kepengurusan selama 1 pekan serta sebagai sarana mempererat tali silahturahim antar pengurus dan keluarga pengurus</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;" align="justify">  	Mabit diadakan sebulan sekali  	pada hari sabtu seusai isya</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;" align="justify">  	Mabit diadakan dikediaman  	pengurus yang dilakukan secara rolling</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;" align="justify">  	Setiap mabit diadakan Qiyamul  	lail</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;" align="justify">  	&#8230;..</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;" align="justify">  	&#8230;..</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="justify"> Sementara item demi item disebutkan dengan fasih oleh sang koordinator para akhwat tampak serius mendengarkan. Kekhusyuan tampak dari begitu sunyinya keadaan saat itu. Tenang&#8230;damai&#8230;seakan-akan meresapi kata demi kata yang terlontar. Dari balik kertas yang menutupi sebagian besar wajah sang koordinator, terlihat anggukan – anggukan kecil yang begitu syahdu. Anggukan yang menyiratkan kesepakatan para akhwat akan peraturan. Tersenyum simpullah sang koordinator seraya menurunkan kertasnya perlahan-lahan. Namun simpul manis di bibir sang koordinator tak mampu bertahan lama,di saat sang koordinator melihat keganjilan yang mampu membakar emosi., ujung mulutnya mulai bergerak perlahan&#8230; senti&#8230; demi senti , otot-otot matanya mulai berkontraksi kuat&#8230;Anggukan kecil yang menyiratkan kesepakatan tadi ternyata diikuti pula dengan pejaman mata yang sangat rapat&#8230;..Yup benar saudara-saudara !!! para akhwat ternyata telah tidur dengan pulasnya sebelum rapat ditutup dengan Hamdallah&#8230;..aduh <em>AKHWAT..PLEASE  DONK AH&#8230;..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="right">  	<font size="2"><font color="#ff0000">condet.  Juni 2007</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="right">  <font color="#ff0000"><font size="2">Mengenang  mabit pengurus keputrian</font></font></p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="left">  <font size="3">Untuk  pengurus  keputrian periode 2004 -2005 :</font></p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="left">  &#8220;<font size="3">Kapan kita mabit  lagi&#8230;.dekap erat kembali ukhuwah yang dulu pernah ada&#8230;.&#8221;</font></p>
<p style="margin-bottom:0;font-style:normal;line-height:150%;font-family:Tahoma,Arial,Helvetica;background-color:#ffffff;" align="left">&nbsp;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thamie.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thamie.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thamie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thamie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thamie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thamie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thamie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thamie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thamie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thamie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thamie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thamie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thamie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thamie.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thamie.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thamie.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=6&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/akhwatplease-donk-ah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98666827795fa5b234c2e704dd85bdba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thamie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bukan Salah Poligami</title>
		<link>http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/bukan-salah-poligami/</link>
		<comments>http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/bukan-salah-poligami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 00:52:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thamie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/bukan-salah-poligami/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;&#8230;..Siapa yg akan mengikuti jejak selanjutnya? Hidup Aa Gym!&#8221; Penggalan sms terakhir dari sahabat suamiku itu, membuat jantungku ketar-ketir gak karuan. Huwaaa&#8230;!!! Ada-ada aja nih orang, belum sebulan kami menikah, suamiku udah dikomporin buat poligami&#8230;Aku yang kebetulan membaca smsnya pertama kali, langsung saja menggerakkan jari jemari tangan, segera menekan tuts demi tuts mereply dengan menampakkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=5&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<font face="Trebuchet MS, sans-serif">&#8230;..Siapa yg akan mengikuti jejak selanjutnya? Hidup Aa Gym!&#8221; Penggalan sms terakhir dari sahabat suamiku itu, membuat jantungku ketar-ketir gak karuan. Huwaaa&#8230;!!! Ada-ada aja nih orang, belum sebulan kami menikah, suamiku udah di<em>komporin</em> buat poligami&#8230;Aku yang kebetulan membaca smsnya pertama kali, langsung saja menggerakkan jari jemari tangan, segera menekan tuts demi tuts me<em>reply</em> dengan menampakkan segala ketenangan yang ku punya. Padahal saat itu&#8230;Grrrh&#8230;!!! Emosi perempuanku mulai terbakar. &#8220;Kalo ngikutin jejaknya Aa Gym sih tanggung, suamiku mah ngikutin jejak Nabi </font><span id="more-5"></span><font face="Trebuchet MS, sans-serif">Muhammad aja, yang berpoligami setelah istri pertama meninggal&#8230;.&#8221; balas sms ku dengan segenap kemantapan perasaan dan senyum kemenangan &#8230;.Aih..aih..:)</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"> Semenjak berita tentang Aa Gym menjadi sorotan utama diseluruh media, sepak terjang diskusi dirumah tak luput dari arah pembicaraan &#8221; berbagi suami &#8220;. Mhm&#8230;tak tepat memang aku menyodorkan wacana ini kedalam forum diskusi kami, disaat kami seharusnya memadu cinta dalam kemesraan pengantin baru, aku malah mencoba menggesekkan percikan-percikan yang justru akan membuahkan kecemburuan buat diriku sendiri. Poligami memang sensitif bagi perempuan. Aku hanya ingin tahu kok bagaimana pandangan suami tentang poligami, dan hebatnya suamiku ini paling jago dalam me<em>manage</em> perasaan dan sikap,  paling pintar dalam menyelimuti kecemburuanku dengan ketenangan dan  kelihaiannya. Suamiku hanya berkata <span>&#8220;Sayang  ngomong apaan sih&#8230;&#8221; menurut suamiku </span>ilmu kami belum mencukupi untuk membahas tentang poligami, mendiskusikan sesuatu tanpa ilmu tak akan banyak manfaat yang akan dipetik </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"> Suamiku lebih cenderung untuk menunda mendiskusikannya, saat ini bagi dirinya tema poligami bukanlah prioritas diskusi untuk keluarga kami, keluarga baru yang justru lebih membutuhkan asupan-asupan diskusi yang mampu menjadikan kami lebih <em>struggle </em> dalam berjuang memaknai pengorbanan dan perjuangan cinta. Cinta yang baru saja mulai bersemi. Suamiku tidak terpengaruh dengan isu-isu yang bertebaran tentang poligami, jika aku berapi-api dalam memaparkan kisah-kisah, opini tentang poligami, suamiku hanya menganggukkan kepalanya, mendengarkan dengan seksama, dan menyerap informasi tanpa mengeluarkan banyak kata. Jika aku tanya tentang kesiapannya dalam berpoligami paling &#8211; paling kata yang terlontar dari lisannya hanyalah <span>&#8221; Sayang ngomong apaan  sih&#8230;&#8221; </span></font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"> Menyikapi poligami bagi perempuan adalah suatu pilihan, dan setiap pilihan pasti memiliki konsekuensi masing-masing. Pilih dan telan akibatnya. Bagi kebanyakan perempuan <span style="font-style:normal;">selain  </span>perceraian, poligami juga menjadi <em>option</em> yang dihindari  dalam kehidupan rumah tangga. Yup..<em>survey </em>membuktikan bahwa kebanyakan perempuan memilih untuk tidak mengalami poligami. Berbagi suami adalah hal yang sukar untuk diterima bagi kebanyakan perempuan namun tidak menutup kemungkinan untuk dapat dijalani. Adalah bentuk kewajaran yang manusiawi bagi saya pribadi jika ada keengganan untuk berbagi cinta seorang suami kepada seseorang yang lain. Dapat dirasakan ketika perjalanan cinta baru mengembangkan layarnya. Seorang Istri menyerahkan segenap hidup dengan berbakti kepada suami tercinta. Bersedia dengan segenap ketulusan untuk mendampinginya dalam perjalanan samudra kehidupan yang panjang. Dipesisir pantai mereka berikrar untuk menjalani lautan kehidupan ini. Berdoa khusyuk agar Allah selalu menyertai dan memberkahi perjalanan yang tak selamanya akan mulus. Mereka mulai menikmati awal keberangkatan kapal rumah tangga. Lambat laun perjalanan akan diuji dengan berbagai masalah. Ada ombak yang mengombang ambingkan, ada badai yang sesekali merapuhkan, ada hujan dan petir menggelegar yang menegangkan. Tak dapat dihindari, kebocoran pun mulai tampak didalam kapal sehingga mereka harus berjuang menambalnya perlahan-lahan agar tetap bertahan berlayar. Ada iri yang menyusupi hati tatkala kapal pesiar melintas didepan perjalanan, namun semua itu tak akan mampu melumpuhkan cinta yang akan terus bersemi dan terjaga dihati. Disaat goncangan itu semua mulai terlewati&#8230;semakin lama kapal semakin kokoh berlayar, materi tercukupi bahkan berlebih. Nahkoda pun semakin gagah dan matang dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Disaat masa–masa pahit pelayaran telah terlewati dengan manis, disaat nyanyian kehidupan menunjukkan irama yang harmonis, tiba-tiba saja nahkoda menginginkan hadirnya sosok lain didalam kapal. Seseorang yang ternyata mampu melelehkan air mata dihati seorang istri.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"> Cinta seorang laki-laki begitu besar , tak tanggung–tanggung baginya membawakan cinta sebesar gunung untuk istri tercinta. Cinta itu mungkin menjadi terlalu besar untuk dinikmati satu perempuan saja, sehingga ia harus berbagi dengan yang lain. Namun saat gunung itu harus terbagi, luapan laharnya menyakiti hati yang lain. Mungkin ada beberapa yang bertahan dengan rasa panas itu, ada pula yang enggan untuk merasakan lahar yang mengalir dari cinta yang terbagi. Semua adalah pilihan&#8230; </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"> Selalu ada konsekuensi dari suatu pilihan. Mungkin akan hadir kesedihan ataupun justru kebahagiaan didalamnya. Kita sebagai makhluk yang terbatas pengetahuannya tidak selalu mengetahui hikmah dibalik suatu kejadian. Allahlah yang mengetahui segalanya. Ada kalanya kebahagiaan akan hadir dari kesedihan yang mendalam. Luka hati, tangis dan amarah yang tersembunyi dan mendominasi dalam emosi kesedihan seorang perempuan mungkin tak dapat dielakkan karena hadirnya seseorang yang lain dihati suami. Ada tangisan yang menemaninya disaat itu, yang termaknai sebagai suatu pengorbanan dalam mempertahankan cinta terhadap satu laki-laki. Cinta perempuan mungkin hanyalah seujung kuku namun cinta tersebut akan terus tumbuh walaupun suatu saat kuku tersebut harus terpotong menahan sakit. Sakit akan mengundang tangis, namun jangan pernah menilai lemah tangis seorang perempuan. Tangisan mungkin hanyalah ekspresi naluriah seseorang yang sering dijumpai pada sosok bernama perempuan, namun tangisan itu kadang menyimbolkan suatu kekuatan untuk terus bertahan. Menangis untuk mengumpulkan segenap energi dalam kerapuhan asa dan cinta. Menangisi cinta untuk menyelami kedalaman cinta lain yang lebih hakiki. Biarkan ia menangis jika itu membuatnya dapat mengadukan segala resah padaNya&#8230;.Biarkan ia menangis jika itu menjadikannya semakin cinta padaNya&#8230;biarkan ia menangis karenaNya&#8230;</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"><em>	Ustadz  Ahmad Sarwat,lc (</em><a href="http://www.eramuslim.com/"><em>www.eramuslim.com</em></a><em>)  </em>menjelaskan bahwa sebagaimana hukum menikah yang bisa memiliki banyak bentuk hukum, maka begitu juga dengan poligami, hukumnya sangat ditentukan oleh kondisi seseorang, bahkan bukan hanya kondisi dirinya tetapi juga menyangkut kondisi dan perasaan orang lain, dalam hal ini bisa saja isterinya atau keluarga isterinya. Pertimbangan orang lain ini tidak bisa dimentahkan begitu saja dan tentunya hal ini sangat manusiawi sekali.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">&nbsp;</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"> Tak dapat dipungkiri&#8230;mendiskusikan poligami memang mampu membuat kaum hawa terbakar api cemburu. Ada perih yang mengiris walaupun hanya sekedar mendengar kisah. Ada luka dan tangis yang memecah sendu hati bagi yang tertakdirkan untuk menjalaninya. Tangis yang terkuak karenanya bukanlah suatu kelemahan, menerimanya dengan pasrah bukanlah bentuk kekalahan, dan menolak dipoligami dengan bijak bukanlah jua kesalahan mutlak. Namun menolaknya dengan cara menafikan poligami adalah suatu bentuk pengingkaran. Poligami sama sekali tidak dapat dinafikan dalam hukum Islam, hal tersebut adalah sesuatu yang diperbolehkan. Kontra dalam menyikapi poligami adalah hal yang berlebihan, pahamilah bahwa poligami itu diperbolehkan adalah benar.</font></p>
<table border="0" cellpadding="2" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td height="30" width="100%">
<p align="left"><em>&#8220;<font face="Franklin Gothic Medium, sans-serif"><font size="2">Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil<strong><sup>[265]</sup></strong>,  			maka (kawinilah) seorang saja<strong><sup>[266]</sup></strong>, atau  			budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat  			kepada tidak berbuat aniaya. (Q.S 4:3)&#8221;</font></font></em></p>
</td>
</tr>
</table>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"> Maha benar Allah dengan segala firmanNya. Sebagai seorang hamba adalah hal yang mutlak untuk taat dan tunduk pada aturan hidup yang telah diturunkanNya. Allah sendiri yang telah menjanjikan bahwa tidak ada keraguan didalam kitab suci Alqur&#8217;an. Lantas atas dasar apa kita menafikan ayat-ayat yang terkandung didalamnya? Atas nama hak asasi? Sungguh Allah selalu memberikan yang terbaik untuk hamba–hambaNya. Islam adalah <em>rahmatanlilalamin</em>. Ada cara yang bijak dalam  berpoligami dan ada pula cara yang bijak dalam menyikapi poligami. </font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"> Tak harus berlebihan dalam menyikapi poligami. Sebagai seorang muslimah sungguh hati ini miris jika melihat para kaum feminis yang begitu menggembar–gemborkan kampanye anti poligami. Mereka seakan -akan tidak menginginkan lahirnya poligami yang sukses. Poligami dalam pandangannya hanyalah bentuk penindasan terhadap perempuan dan anak -anak. Poligami selalu kental dengan perasaan yang tersakiti ataupun seseorang yang terdzalimi. Bukankah poligami adalah suatu pilihan, jika mampu dan siap maka jalani dengan ikhlas dan bijak. Namun jika tidak mampu dipoligami maka tak harus untuk memaksakan diri, menurut saya pribadi, menolak dengan bijak bukanlah kesalahan yang mutlak asalkan tetap menyikapinya dengan cara yang tepat. Bukan menolak dengan cara mengingkari kehadirannya, padahal poligami itu sendiri diakui kebolehannya didalam kitab suci Al-Quran.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"> Mungkin kurang tepat bagi saya untuk memaparkan hal ini namun tak ada sama sekali maksud untuk menggurui atau mengajarkan kepada para suami atau calon suami tentang berpoligami. Saya hanya menyampaikan segenap kejujuran perasaan sebagai seorang perempuan yang <em>gregetan</em> terhadap wacana poligami yang saat ini begitu ramainya menjadi sorotan publik. Alangkah baiknya jika para suami berpoligami secara bijak. Ajak komunikasi istri dengan penuh kelembutan tanpa harus memaksakan. Pahami perasaan istri dan kesiapannya untuk menerima sosok lain didalam kehidupan rumah tangga yang dahulu hanya diarungi berdua saja. Didik istri dengan pemahaman yang tepat karena perasaan istri memang tak dapat dipungkiri akan merasa terluka dan tumbuh benih–benih cemburu, namun ilmu dan pemahaman yang baik akan mengantarkannya pada penyikapan yang bijak, ilmu akan mengantarkannya pada surga yang abadi. Seorang suami memiliki kewajiban untuk mendidik istrinya, mengajarkan tentang kemaslahatan dan ketaatan kepada Illahi Rabbi. Sebagai seorang istri, selama yang diajarkan adalah bentuk ketaatan kepadaNya tak ada alasan untuk memungkiri.</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif"> Kemurahan hati seorang istri untuk berbagi adalah sesuatu hal yang luar biasa.. perempuan yang luar biasa pasti akan melakukan hal yang luar biasa untuk mencapai hal yang luar biasa pula. Dialah perempuan yang terpilih. Kepada para suami tak ada salahnya untuk mengukur diri sebelum berpoligami. Apakah diri adalah seseorang yang terpilih sehingga berhak mendapatkan keikhlasan dan kemurahan hati dari seorang istri untuk mau berbagi cinta??? Mhm&#8230;mungkinkah kemurahan hati itu singgah dalam hati kecilku? Fuih&#8230;berkeringat juga saya menuliskan hal ini, ada tantangan didepan sana. Mungkin tak ada salahnya jika saya bermurah hati mengikhlaskan cinta dan perhatian suami untuk berbagi dengan perempuan yang lain, tak ada salahnya jika kemesraan suami harus dirasakan jua oleh perempuan yang lain, dan tak ada salahnya juga jika pengertian suami harus dinikmati perempuan yang lain. Tak ada yang salah&#8230;</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif">Jika memang suatu saat nanti suamiku jatuh cinta dengan perempuan lain dan menginginkan hadirnya sosok lain didalam rumah tangga kami&#8230; rasanya tak ada salah jika saya dengan penuh keikhlasan lebih memilih untuk mengundurkan diri sebagai istrinya lagi&#8230;he..he..he..(Masih gak rela ni ye ceritanya&#8230;!!!:) )</font></p>
<p><font face="Trebuchet MS, sans-serif">Teruntuk  suamiku..</font></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><font face="Trebuchet MS, sans-serif">pokokna  mah.. i love u so much&#8230;</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thamie.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thamie.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thamie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thamie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thamie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thamie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thamie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thamie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thamie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thamie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thamie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thamie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thamie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thamie.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thamie.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thamie.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=5&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/bukan-salah-poligami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98666827795fa5b234c2e704dd85bdba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thamie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>My Story of Love (part 1)</title>
		<link>http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/my-story-of-love-part-1/</link>
		<comments>http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/my-story-of-love-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 00:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>thamie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/my-story-of-love-part-1/</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang teristimewa dalam nuansa yang baru terwujud ini , nuansa cinta yang sarat akan pertanggungjawaban. Sarat akan kasih sayang , sesuatu yang bernilai dalam hidup. Sesuatu itu berwujud sebagai peran yang dinamakan &#8220;istri&#8221; . Ya…tiada yang amat kusyukuri atas segala karuniaNya selain dengan menikmati lika-liku dari perjalanan hidupku sekarang. Menjadi teman hidup dari seseorang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=4&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Trebuchet MS, sans-serif">Ada yang teristimewa dalam nuansa yang baru terwujud ini , nuansa cinta yang sarat akan pertanggungjawaban. Sarat akan kasih sayang , sesuatu yang bernilai dalam hidup. Sesuatu itu berwujud sebagai peran yang dinamakan &#8220;istri&#8221; . Ya…tiada yang amat kusyukuri atas segala karuniaNya selain dengan menikmati lika-liku dari perjalanan hidupku sekarang. Menjadi teman hidup dari seseorang yang kucintai adalah hal yang luar biasa. Mengemban amanah menjadi seorang istri adalah hal yang paling indah, kelak aku pun akan merasakan menjadi seorang &#8220;bunda&#8221;…  melahirkan seorang pejuang Allah dari rahim yang telah diciptakan dan  ditakdirkanNya ini. Insya Allah…</font>
<p><font face="Trebuchet MS, sans-serif">Terhitung 3 Bulan <span id="more-4"></span>sudah hari-hari kulalui bersamanya, bersama pangeranku tercinta <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Dirinya datang dengan kesederhanaan dan ketulusan cinta. Keberanian dirinya dalam bersikap dan menentukan keputusan yang tidak mudah adalah suatu karunia dari sang penggenggam jiwa, keberanian yang bukan sekedar hadir tanpa ada perhitungan dan pertimbangan yang matang. Segalanya telah terukur dalam kedewasaan dan pertanggungjawaban. Tak seharusnya mengambil jalan lain dalam permasalahan ini, justru pilihannya hanyalah &#8221; take it or leave  it &#8220;. Jika tak mampu maka segera tinggalkan jika telah berani dengan kemantaban ilmu dan iman maka bersegeralah, Jalan tengah hanyalah topeng dari kemunafikan yang mengajarkan pada pendekatan kemaksiatan.Bersegera mengikatkannya dengan suatu kesakralan perjanjian merupakan bentuk keseriusan dalam menjalin suatu komitmen hidup. Akhirnya&#8230;4 november 2006 kemarin janji suci dua insan alhamdulillah terestui atas izinNya. Ada syukur yang tak sanggup terungkapkan dalam kesederhanaan kata saja. Ada perjuangan dan pengorbanan yang tak mudah untuk menggapainya. Ada suatu proses dan penantian yang mengorbankan perasaan. Hanya beberapa orang terdekat saja yang mengetahuinya, sahabat tercinta&#8230;yang mendukung dan mengingatkan segala proses agar tetap berada dalam kerangkaNya. Terlepas dari dukungan orang tua, keluarga dan saudara yang memberiksan dukungan dan restunya, kami pun mengucapkan banyak terima kasih teruntuk sahabat sekaligus saudara&#8230;Linda, Ari, Suci, Rita, Desy Wulan, Adikku Annisa Muzayyan, Mia, Reza, Wawan, Bang Ridwan beserta Istri&#8230;.yang telah banyak membantu kami melalui proses hingga pada saatnya menempuh akhir yang membahagiakan ini. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan sahabat semua. Amin Ya Rabbal Alamiin.</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/thamie.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/thamie.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/thamie.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/thamie.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/thamie.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/thamie.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/thamie.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/thamie.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/thamie.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/thamie.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/thamie.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/thamie.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/thamie.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/thamie.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/thamie.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/thamie.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=thamie.wordpress.com&amp;blog=1351980&amp;post=4&amp;subd=thamie&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://thamie.wordpress.com/2007/07/11/my-story-of-love-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98666827795fa5b234c2e704dd85bdba?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">thamie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
