Persembahan Cinta untuk seluruh Ibu yang mulia…

Sahabat..

Pernahkah kau merasa sakit? dan tak ada orang yang peduli,

kecuali pengorbanan bidadari hatimu..

Pernahkah kau merasa kedinginan ? dan tak ada orang yang menghangatkan,

kecuali sayap-sayap suci malaikat cintamu..?

Pernahkah kau merasa kesepian ? dan tak ada orang yang menemani,

kecuali sentuhan lembut dan tawa canda penghibur jiwamu..?

Pernahkah kau merasa haus dan lapar ditengah malam? dan tak ada orang yang memberimu semua itu,

kecuali kecerdasan pendidik sejatimu..

Pernahkah kau merasa ?

 

Aku pernah, dan aku baru menyadarinya sekarang..

Aku pernah, dan baru memahaminya sekarang..

Ya..aku pernah…dan aku baru memulai untuk membahagiakannya sekarang…

Astagfirullahaladziiim..ampuni aku…

 

Sahabat..tahukah bahwa ia adalah seorang ibu

Ya..Ibu..ibu..dan ibu..

seorang bidadari hati, malaikat cinta, penghibur jiwa dan pendidik sejati didalam hidup setiap buah hati

seorang insan yang mendapat tempat kehormatan lebih tinggi tiga derajat dibandingkan ayah

Ibu..Peran suci seorang perempuan yang dimulai sejak masa 9 bulan dirayakan

 

Terkenang masa-masa terberat bagi seorang ibu

Saat 9 bulan penantian yang mendebarkan namun dihiasi kenikmatan

Setiap tendangan dalam rahimnya adalah tanda manis dari surga

Setiap lelahnya pinggang dan kaki adalah asam manis yang dirindukan

Setiap detak jantung sang janin baginya adalah pertemuan indah yang menakjubkan

Hingga kemudian masa bersatunya dua cinta itu terjadi..

“Alhamdulillah..malaikat kecilku telah lahir, selamat datang didunia sayang..” ujarnya bahagia dalam derai air mata

Subhanallah..Luar biasa cintamu..

 

Ibu…Maafkan anakmu,

Terkadang aku melupakan betapa besar jasamu disetiap kebajikan yang kau tanam dalam aliran darahku

Terkadang aku melupakan betapa besar kasih sayangmu yang berbalut berjuta kekhawatiran dan air mata ketika ku akan meninggalkanmu

Terkadang aku melupakan masa-masa dikala sakit dan kesepianmu..

 

Ibu..Maafkan anakmu,

Yang lebih memilih kesenangan daripada menemanimu menghabiskan waktu

Yang lebih mendahulukan persahabatan daripada rasa baktiku padamu

Yang lebih mengacuhkan segala nasehat- nasehat kedamaian daripada ego diri

 

Ibu

Jika hal terindah didunia ini adalah melihat pelangi maka engkaulah pelangi itu

Jika hal yang paling mendamaikan di dunia itu adalah melihat birunya langit maka engkaulah langit indah itu

Jika hal yang paling menerangi di dunia itu adalah mentari maka engkaulah mentariku

 

Ibu..detik ini ingin ku ungkapkan, bahwa aku sayang padamu..semoga Ibu senantiasa dalam lindungan kasih sayang Nya..

dan Aku yakin, surga pun tak sabar menanti, akan senyum indahmu disana…

 

_Tanjung Barat, 21 Desember 2010 tercatat bersama kesyahduan hujan malam_

 

4 november 2006….adalah tanggal teristimewa dalam sejarah hidupku dan dirinya. Tanggal yang mengantarkan kami pada indahnya dunia cinta. Saat itu janji suci  dua insan terestui atas izinNya. Ada rasa syukur yang tak sanggup terungkapkan dalam kesederhanaan kata saja. Dalam perjalanannya, ada perjuangan dan pengorbanan yang tak mudah untuk menggapainya. Ada suatu proses dan penantian yang mengorbankan perasaan. Alhamdulillah akhirnya semua keresahan itu telah berakhir dalam akad suci…Terima kasih Ya Rabb….

Pernikahan kami berlangsung sederhana. Tak ada pesta yang meriah ataupun bulan madu yang dirancang istimewa dan romantis, seperti layaknya pernikahan bak putri raja yang sering diangan-angankan kebanyakan wanita atau keinginan orang tua diluar sana. Pintaku hanya satu, aku hanya ingin menikah dengannya secara sederhana…itu saja…:)

Saat memutuskan untuk menikah, status kami berdua masih tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir, tahu sendiri kan kondisi mahasiswa tingkat akhir ? Dana terkuras untuk biaya skripsi he..he..Pernikahan kami hanyalah bermodalkan kemantapan tekad untuk beribadah dan ketulusan cinta. Keberanian suami untuk segera menikah denganku, merupakan suatu karunia terindah dari Sang Penggenggam jiwa, keberanian yang tak dimiliki kebanyakan laki-laki di zaman sekarang.

Aku memang tidak mengalami indahnya bersanding dipelaminan nan megah ataupun merasakan romantisnya bulan madu di pulau impian atau kamar hotel berbintang lima. Jujur, aku memang tak mendambakan hal itu semua. Mungkin karena aku dilahirkan dari keluarga yang  berlatar belakang sederhana. Dari keempat kakakku, semuanya hanya melangsungkan akad nikah saja tanpa ada resepsi pernikahan yang meriah. Semua itu melekat erat dalam benakku, dan aku pun menginginkannya, jika suatu saat nanti telah datang seorang laki-laki sholeh yang tepat dan berminat untuk menjadikan aku sebagai istrinya (bukan pacar loch ya..) aku akan menerimanya dan melangsungkan segera pernikahan secara sederhana.

Ya..walaupun semua terjadi dalam kesederhanaan, namun aku tetap bisa merasakan nuansa kemegahan cinta dalam pernikahan. Keindahan yang berbeda dan tak pernah kurasakan sebelumnya. Bukankah keromantisan dapat dirasakan tanpa harus membayar sejumlah harga mahal? Ketulusan dan kekuatan cinta mampu menciptakan nuansa romantis dalam hati kita masing-masing, dan itulah yang kami rasakan…

Masa – masa keromantisan kami telah dimulai ketika akad tengah dilaksanakan secara khidmat. Saat kedua lelaki kebanggaan saling melakukan akad suci, saat itulah hatiku mulai bergejolak dalam kesyahduan rasa. Subhanallah..tak terungkapkan dengan kata. Aku bahagia…

Mungkin tak ada yang tahu bagaimana perasaanku saat itu, saat jantungku bergejolak penuh bahagia, saat desiran darahku menggelorakan asmara, saat hatiku tak kuasa ingin segera mengungkapkan rasa cinta kepadanya. Ya Rabb akhirnya aku rasakan juga keindahan ini untuk pertama kalinya…Ya..saat pertama kalinya tangganku disentuh mesra. Saat jari jemari ini saling bertautan erat dalam genggaman tangan, hingga sudut demi sudutnya saling berlekatan penuh gelora. Saat mata kita saling beradu, bertatapan mesra dalam lekatnya hasrat cinta. Tanpa harus berkata-kata aku tahu dia sangat mencintaiku, dan aku pun mencintainya. Suatu wujud bahasa yang sempurna dalam rasa., bahasa cinta. Sungguh..hatiku tak mampu menahan gejolak indahnya suatu karunia teragung ini. Saat bersama mu adalah surga bagiku… saat itulah energi keromantisan mulai aku rasakan..

Masa-masa bulan madu kami jalani seperti biasa saja. Tak ada yang istimewa dalam hal tempat ataupun pelayanan. Kami hanya menghabiskan waktu di rumah orang tuaku. Hari-hari itu aku manfaatkan sebagai sarana perkenalan suami dengan keluarga besarku agar lebih akrab. Namun kami membangun masa-masa bulan madu tersebut dalam hati yang senantiasa berseri dan bersyukur. Setiap kebersamaan bagi kami adalah masa bulan madu yang sempurna, dimanapun dan kapanpun. Sehingga setiap detik dengan suamiku adalah suatu anugerah yang terindah.

Hari ketiga setelah menikah, kami memutuskan untuk hidup mandiri  memisahkan diri dari orang tua. Di dalam kamar kostanku yang sempit, disitulah kami tinggal untuk sementara waktu. Selang satu bulan kemudian kami pindah ke rumah kontrakan yang lebih besar dan nyaman. Rumahku surgaku…akhirnya kami bisa bebas tanpa ada lagi kesungkanan karena keberadaan orang lain Ciiihuuuy..he..he..

Ada beberapa hal terindah dimasa- masa pengantin baru yang aku ingat dan tak akan terlupakan. Misalnya saat untuk pertama kalinya suamiku memanggil kata sayang, aku menangis tersedu-sedu terharu bahagia.. Gubraks…:) maklumlah tak pernah aku dipanggil sayang sebelumnya oleh lelaki tercinta..he..he..

Ataupun saat aku sulit sekali untuk disuruh menyikat gigi sebelum tidur, suamiku tak sungkan-sungkan setiap malam menggendong menuju kamar mandi agar aku mau melakukan kebiasaan baik itu..:)

Ada lagi kegiatan rutin tiap malam suami yang harus mengoleskan lotion anti nyamuk pada kaki dan tanganku, dan di saat tengah malam suamiku senantiasa bersiaga memukul nyamuk-nyamuk ganas itu, padahal aku sudah berulang kali mengingatkan agar tidak terjaga dimalam hari. Alasan suamiku kalo ditanya kenapa hal itu dilakukannya “ Bahkan nyamuk pun tak akan ku biarkan menyentuh kulitmu, selain aku..” Wew..luluh lantak lah hatiku..lumer berdarah – darah..:)

Pernah pula suatu saat, pengalaman indah bersamanya aku rasakan dalam  kesyahduan suasana.  Dalam temaram lampu ruang tamu, suami  mengajakku berdansa dalam iringan lagu. Malu banget sih, terlihat norak..tapi aku suka..he..he..

Satu hal yang aku rasakan dari setiap sikapnya adalah kenyamanan rasa, dan hal itu yang terpenting dari suatu hubungan pernikahan. Saat itulah aku mulai merasakan kehadiran orang yang tepat untuk berbagi cerita baik dalam suka maupun duka. Dialah suamiku seseorang yang siap membimbingku disaat aku melakukan kesalahan, dialah suamiku seseorang yang akan membimbingku menuju jalan yang diRidhoiNya, dialah suamiku seseorang yang menyediakan waktu untukku dalam membantu menyelesaikan skripsi dengan segala tekanan – tekanan didalamnya, dialah suamiku seseorang yang siap memelukku disaat diriku merasa lemah dan terjatuh dalam kelemahan asa.

Dialah suamiku, tempatku menitipkan  rindu didalam jiwa. Dialah suamiku seseorang yang mampu membuatku merasa tenang dari setiap amarah dan kekhawatiran yang aku punya, Dialah suamiku seseorang yang sebelum berangkat kerja tidak lupa untuk mengecup keningku mesra dan mengucapkan kata cinta. Dialah suamiku yang kerap menggenggam tanganku mesra menjelang tidur dan mengucapkan kata “Selamat malam cinta, maafin aku ya…Terima kasih atas segalanya…”..So Sweeeet…:)

Ya Rabb..terima kasih atas semua anugerah yang Engkau berikan. Kepada suamiku tersayang, terima kasih atas segala cinta yang kau berikan, aku semakin mencintaimu waktu demi waktu….

 

Mulai akhir bulan Oktober lalu, nama Gunung Merapi semakin populer baik di kalangan masyarakat Indonesia maupun dunia. Gunung Merapi meletus dan mengeluarkan awan panas. Aktivitasnya yang semakin meningkat dan menimbulkan banyak korban menjadi topik pembicaraan yang tak kunjung lepas. Berbagai media baik cetak maupun elektronik terus menginformasikan keadaan Merapi waktu demi waktu. Silih berganti berbagai stasiun televisi menayangkan gambar-gambar letusan awan panas, para pengungsi, dan korban – korban wedus gembel Merapi di Rumah Sakit Dr. Sardjito. Musibah Merapi ini begitu memilukan, terlebih lagi musibah yang menimpa juru kuncinya Mbah Maridjan yang ditemukan meninggal terkena awan panas menambah kesedihan masyarakat luas, meninggalkan duka mendalam disetiap hati warga Indonesia.

Berita ini juga rupanya menarik perhatian putri kecil kami Siti Nazma Zahira yang berumur 2,5 tahun. Keingintahuannya terhadap apa yang dilihat, didengar dan dirasa saat menyaksikan tayangan stasiun televisi begitu membuncah didada. Tak ada habisnya kami mendengar pertanyaan demi pertanyaan yang mengemaskan itu. Nazma yang setiap harinya memang kerap memberondong kami dengan berbagai pertanyaan pun tak luput dari topik pertanyaan tentang meletusnya salah satu gunung teraktif diIndonesia ini.

“Itu gambar apa Mi?” Tanya Nazma sambil menunjuk layar televisi yang tengah menampilkan evakuasi jenazah Mbah Maridjan

“Gambar Mbah meninggal“, jawabku singkat sambil sibuk menyuapi makanan ke mulut kecilnya.

“Mbah apa Mi?”, Nazma kembali bertanya. Mungkin maksudnya sih “Mbah siapa Mi?”, maklum ia belum bisa membedakan kata tanya yang dipergunakan untuk menunjukkan orang atau benda.

“ Mbah Maridjan” dek, jawabku.

“Ooh…” bibir mungilnya membulat. Mungkin ada perasaan lega dari dirinya karena yang dimaksud ternyata bukan Mbah Putri atau Mbah Kakungnya sendiri, he..he.

“Kenapa Mbah meninggal Mi?” tanyanya kembali penuh rasa ingin tahu.

“Mbah meninggal terkena awan panas letusan gunung Merapi, kan Gunung Merapi lagi meletus Dek” ungkapku menjelaskan.

“Mbah meninggal pas sujud, lagi sholat magrib terus meninggal kena awan panas” lanjutku.

“Kenapa Gunungnya meletus Mi ” ujarnya lagi bertanya padaku.

Subhanallah..terkadang aku kewalahan mencari jawaban yang bisa di pahami seorang batita dengan pertanyaan sedetail itu. Sejenak aku berpikir dalam hati..kenapa ya bisa meletus?

“Hmm..gunung meletus karena Allah yang mengizinkan itu semua terjadi” jawabku sesederhana mungkin agar ia dapat menangkapnya.

Tapi kemudian dia menengadahkan kedua tangannya kedepan wajah sambil berucap lirih “Terima kasih ya Allah..”

Yaa Rabb..tersenyum geli aku melihatnya, ingin tertawa namun kembali tersentak dalam memaknai celoteh polosnya. Apakah yang ada dalam benaknya saat itu, mensyukuri disaat menerima musibah adalah hal yang luar biasa. Musibah yang jika menimpa orang durhaka maka merupakan azab baginya, namun musibah bagi orang yang beriman adalah ujian baginya.

Kita harus berprasangka baik karena Allah yang mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Sesuai dengan firman-Nya dalam Al Quran Surat At Taghaabun ayat 11 yang artinya: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Disaat musibah terjadi banyak orang yang melupakan kekuatan bersyukur. Bersyukur untuk mengundang keikhlasan hati, bersyukur untuk menyadarkan diri agar kita sebagai hamba Sang Khalik menerima musibah yang terjadi dengan ikhlas dan lapang hati. Mengintropeksi diri apakah hal ini terjadi karena kita mengingkari begitu banyak nikmatnya.

Firman Allah dalam Surah Ibrahim ayat 14: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Terima kasih ya Rabb.. begitu banyak pelajaran yang kami ambil dari celoteh polosnya, celoteh lucu yang keluar dari mulut seorang anak berumur 2,5 tahun namun terselip makna yang sangat mendalam. Celoteh menggemaskan yang mengantarkan diri pada introspeksi pribadi

Tulisan ini diikutkan dalam :

Happy Wedding Anniversary 4th..My Love..:)

Bercerita tentang kisah cinta berarti berbicara tentang kau dan aku. Bercerita tentang kisah cinta berarti berbicara tentang kesamaan dan perbedaan. Bercerita tentang kisah cinta berarti berbicara tentang kekuatan dan kesempurnaan.Berbicara cinta denganmu berarti bercerita tentang kisah indah dalam hidupku…cuit..cuit..:P

Saat akad nikah mulai diperdengarkan dari kedua mulut lelaki kebanggaan, saat itulah kisah cinta bersamamu dimulai..Saat itu pula tahun demi tahun aku memulai untuk mengenalmu lebih jauh. Termaknai adanya perbedaan dan persamaan didalamnya. Perbedaan diantara kita tak terpungkiri namun ternyata persamaan diantara kitapun jauh lebih berlimpah,seolah-olah aku menemukan cerminan diri dari sosok pribadimu..prikitiw..:P

Ditahun ke-4 usia pernikahan kita ini, semoga dapat menguatkan segala cinta yang ada dengan potensi persamaan dan perbedaan yang kita miliki. Berharap dengan persamaan kita dapat lebih memperkuat cinta dan dengan perbedaan kita dapat saling menyempurnakan…#Senyum dulu dong Cinta, serius amat bacanya..kayaklagi penataran pernikahan di KUA..he..he..#

Diawal-awal pernikahan kita, segala perbedaan mulai dirasakan. Misalnya dari selera minuman atau makanan, Aku suka kopi, Abi lebih memilih susu.Aku memilih makan bakso sedangkan Abi lebih memilih mie ayam.Ataupun Saat Abi harus memakan setiap hari masakan pedas sang istri yang notabene suka pedas padahal lambung dan lidahmu tak kuasa menahan rasa pedas itu (hasilnya sekarang Abi jadi suka pedasss juga he..he..).Selera memang tak dapat dipaksakan namun kebiasaan yang kontinyu dan segudang toleransi yang ada mampu mengubah keadaan ya?..:)

Aku terbiasa tidur dengan penerangan lampu sedangkan Abi tidak.Lagi-lagi rasa toleransi itu berperan penting, sehingga setiap malam ada jadwal apakah lampu harus dimatikan atau tetap menyala..:) Ataupun saat kita membeli perabot rumah tangga pemilihan warna selalu menjadi wacana kecil yang didiskusikan..ha..ha..karena Aku suka warna ungu sedangkan Abi biru.Aku bersyukur perbedaan tidaklah selalu menjadi masalah untuk kita,adakala perbedaan justru terlihat manis.Misalnya saat dihadapkan pada kondisi anak sakit, Aku adalah salah seorang yang bertipe mudah panik saat itulah Abi menenangkan segala kepanikan, karena Abi cenderung lebih tenang dan sabar dlm menghadapinya. Bukankah hal tsb membuka cakrawala kita tentang perbedaan.Ada kalanya perbedaan menjadikan hidup kita lebih lengkap dan sempurna.

Tidak hanya perbedaan yang membuat kita semakin mengenal terhadap pasangan. Persamaan yang ada membuatku semakin terkagum-kagum. Kok bisa sama ya?? Subhanallah..kadang hal itu yang tidak bisa ku pahami, namun ini adalah kekuasaanNya, mempertemukan pasangan karena adanya kesamaan.Aku dan Abi sama2 suka baca sejak kecil,dan bacaan favourit kita sedari kecilpun sama.Sama2 suka membaca majalah Bobo. Kami sama2 mengalami masa2 perpindahan sekolah sewaktu SD karena harus menempati rumah dilain kota. Sama2 aktif mengikuti ekstrakulikuler disekolah, senang ikut olahraga beladiri, sama2 mendapatkan beasiswa di kampus..he..he.. sama2 menyukai tausyiah Aa Gym..sama2 pelupa..sama2 suka travelling..:D ach..rasanya kalo ditulis persamaan akan lebih banyak lagi yang akan ditemui dan hal itu mudah2an lebih menguatkan segala cinta yang kita punya saat ini.aamiin

Aku berharap semoga Allah SWT senantiasa membimbing Abi menjadi pemimpin dan imam yang baik buat istri dan anak-anak kita kelak, membimbing Aku agar menjadi istri dan ibu sholehah, yang patut diteladani.Semoga kebersamaan selama 4 tahun ini tetap bertahan dalam bimbingan cintaNya untuk selamanya, hingga aku,Abi dan mujahid dan mujahidah kita kembali berkumpul di kampung akhirat kelak.Aamiin

Selamat hari pernikahan yang ke-4 untuk kita, semoga Allah memberkahi perjalanan suci ini.

Dari Yang amat mencintai dan merindukanmu..

–Ummu Nazma Hermawan–

sakinah

Melalui diskusi yang cukup panjang dan bujuk rayu suami, akhirnya jadi tergugah juga hati ini untuk sedikit berbagi pengalaman seputar kehamilan dan persalinan. Pada saat mengandung Nazma, Abinya gak pernah capek untuk mencari informasi tentang kehamilan. Mulai dari membelikan buku, majalah, tabloid, hingga browsing ke situs-situs internet yang mengupas tuntas tentang kehamilan. Ikut dalam milis dunia ibu, dan yang paling aku tunggu-tunggu adalah membaca blog orang lain tentang pengalamannya ketika hamil dan melahirkan.

Ketika membaca pengalaman orang lain tentang kehamilan dan proses kelahiran, sangat mempengaruhi jiwa secara psikologis, salah satunya adalah merasa diri tidak sendirian dalam menghadapi kehamilan. Hal tersebut sangat penting dan menambah ilmu. Oleh karena itu jadi semangat pingin sharing dengan sahabat sekalian, mudah-mudahan ada yang bisa di petik manfaatnya. Selain itu juga ingin mengkampanyekan Gerakan Aku Sayang Ibu, karena…betapa luar biasanya perjuangan seorang ibu dalam mengandung, melahirkan dan merawat anak-anaknya. I love u Mom…Mmuah…

Informasi tentang kehamilan merupakan salah satu oleh-oleh yang amat bermanfaat buat seorang calon ibu dari suami siaga, tentunya disamping makanan bergizi dan perhatian yang ekstra. Untuk para suami dan calon suami diingat-ingat nih….istri paling membutuhkan perhatian ekstra disaat mengandung, so jangan ragu untuk mengekspresikan cinta setiap saat dalam berbagai bentuk perhatian…misalnya sesekali menyempatkan untuk membuatkan sarapan dan menyuapinya, memijat, mengantarkan istri untuk periksa kandungan ,mengatakan bahwa istri lebih terlihat cantik disaat hamil, membelikannya intan, mobil, ..hallah kok jadi kurang ajar begini ya jadi istri..he..he..bcanda…🙂

Perjuangan seorang Ibu, dimulai ketika trisemester awal kehamilan. Trisemester pertama ini adalah masa-masa kehamilan yang cukup berat. Namun masa ini bukanlah sesuatu yang perlu ditakutkan karena hampir semua perempuan juga mengalaminya dan mereka telah melewatinya dengan baik, jadi kita pun akan kuat juga melewati masa-masa tersebut..Insya Allah…. Respon terhadap perubahan hormonal pada setiap perempuan memang berbeda-beda, ada yang biasa saja dalam melewati masa awal kehamilan, ada juga yang sampai dirawat di rumah sakit. Pada saat awal-awal kehamilan nazma, berat badan sempat turun 6 kg, kebayang gak tuh , udah kayak orang cacingan aja🙂 , bener-bener gak selera makan, setiap makan nasi muntah lagi, gak mau minum air putih, mau nya malah jus buah sama susu coklat ultra..he..he..ya udah deh abinya menstock susu ultra ma jus buah dirumah, banyak banget. Badan lemas, mulut pahit karena terlalu banyak mengeluarkan cairan dari lambung akibat muntah-muntah yang sehari bisa muntah sebanyak 10 kali, kepala pusing, di tambah lagi kena flu berat plus batuk-batuk.

Subhanallah bener-bener perjuangan deh selama 3 bulan pertama. Udah gitu jadi malas mandi, malas keluar rumah, sepanjang hari tiduran aja tak berdaya, alhamdulillah gak sampe dirawat dirumah sakit. Abinya Nazma tidak kehabisan akal untuk selalu menyemangati istrinya dengan membelikan mp3 berisi ceramah-ceramah Aa Gym, Mario Teguh, dan murrotalnya Al Ghomidi karena Abinya gak selalu bisa menemani setiap saat,  Abi nya kan harus cari nafkah di Jakarta, demi segenggam berlian..he..he…

Memasuki tri semester kedua adalah masa-masa yang amat menyenangkan, masa-masa dimana diri merasa cantik sebagai perempuan. Perhatian gak henti-hentinya didapatkan dari orang-orang sekitar. Udah mulai berani bepergian sama Abinya. Jalan-jalan dari Mesjid ke mesjid, toko buku, pameran buku, silahturahim ke rumah saudara-saudara terdekat, pokoknya seneng pergi-pergi deh. Tapi yang nyebelin pas bepergian adalah saat naik busway, gak ada yang mau kasih tempat duduk, padahal lagi hamil 5 bulan..grhh… sebel. Mungkin karena pakaian gamis yang terlihat lebar jadi gak kelihatan hamilnya, duh untung adeknya kuat..alhamdulillah.

Untuk cerita selanjutnya nanti bersambung lagi ok!!, tentang rekomendasi dokter kandungan perempuan, pemeriksaan ke dokter kandungan yang harus menunggu 5 jam untuk periksa, dan sekaligus dana yang harus dikeluarkan untuk pemeriksaan..Insya Allah ada manfaatnya ya buat calon ibu dan calon ayah. Aamiin.

Hal – hal penting dari tulisan kali ini adalah :

  1. Kehamilan adalah sesuatu yang harus disyukuri karena tidak semua perempuan diberi kesempatan untuk hamil, berbahagialah…

  2. Kehamilan bukanlah penyakit, justru ini adalah bukti bahwa kita dan pasangan sehat secara jasmani. Dengan begitu kita siap menghadapi morning sickness yang cukup melelahkan .semangat!!!

  3. Untuk para calon Ayah jangan lupa memberikan perhatian ekstra pada istri tercinta ya..hal ini penting banget loh…

  4. Banyak banyak cari informasi dan sharing tentang kehamilan

Alhamdulillah,segala puji bagi Allah yang masih memberikan kesempatan untuk berbagi cerita, di sela-sela kesibukan mengurus si kecil..Sebelumnya terima kasih banyak buat sahabat sekalian yang telah memberikan perhatian buat sikecil sama umminya (maaf rada-rada telat bilang terima kasihnya,maklum baru sempet ngetik sekarang nih:) ) segala ucapan selamat dan doa yang telah ditujukan untuk keluarga kecil kami sangat begitu bernilai, terutama buat Om Fahri yang mau jauh-jauh nengokin datang ke pandeglang walaupun sempet keki ya, diusir-usir sama sepupunya Nazma he..he… dan juga buat Tante Ucy, Tante Novita and Tante Chika untuk bingkisannya….hayo siapa lagi berikutnya yang mau nyusul kasih bingkisan masih ada waktu kok belum telat…he..he..ngarep..:-)

Tidak dipungkiri ibu melahirkan memang membutuhkan perhatian lebih dari orang-orang sekitar..terutama keluarga dan suami tercinta.. Rasanya seneng banget ada yang kasih perhatian apapun itu bentuknya. Seorang perempuan yang baru saja melahirkan akan mengalami perubahan hormonal sehingga wajar saja ada perasaan yang tak menentu menghinggapinya, ada perasaan senang, sedih, takut, bingung. Dukungan orang-orang tercinta amat sangat membantu mengatasi hal-hal tersebut. Sama halnya seperti yang dirasa ketika sedang mengandung buah hati terutama di trisemester pertama, bukan begitu ukhti Marda? he..he.. Untuk Marda yang sekarang memasuki usia kehamilan 5 bulan, berdasarkan pengalaman nih, lagi mengalami masa – masa yang cantik buat seorang perempuan,ya gak? Selamat berbahagia ya ukh..mudah-mudahan diberi kelancaran dan kemudahan dalam melahirkan kelak, Aamiin.

Sekarang Nazma sudah 2 bulan dan banyak cerita yang ingin disampaikan, secara gitu masih pasangan muda yang terkagum-kagum plus bingung saat mulai memasuki masa-masa kehamilan , proses melahirkan hingga pasca melahirkan. Ada mitos-mitos kehamilan hingga pasca melahirkan yang seharusnya dicerna dengan baik karena banyak mitos-mitos tersebut yang ternyata tidak kami alami. Ilmu dan pengalaman-pengalaman yang syar’i menjadi penuntun yang sangat membantu dalam melewati masa-masa “ajaib” tersebut.

Ya…memiliki anak bukanlah suatu prestasi karena langkah kita sebagai orang tua tidak terhenti hingga pada “memiliki” anak saja, namun merawat serta mendidik dengan cinta dan tauladan adalah sesuatu yang harus kami lewati saat ini. Mohon doa dari semua agar anugerah terindah SITI NAZMA ZAHIRA dapat kami jaga dengan baik. Aamiin.

Ada kejadian yang memalukan yang saya alami.Tapi jangan bilang – bilang ya…apalagi sama mertua saya..wah..bisa dipecat nih nanti jadi menantu :)Ya..mudah-mudahan sih ada pelajaran yang bisa dipetik khususnya buat calon istri.

Pagi buta sehabis sholat shubuh saya belanja sayuran didepan rumah. Pedagang sayur dikawasan rumah kami memang sudah menjajakan dagangannya sejak pukul 4 subuh .Kegiatan berbelanja sayur ini baru saja saya nikmati setelah menikah. Dulu…sewaktu belum menjadi istri boro – boro berbelanja sayuran yang namanya belanja baju aja saya paling gak demen kecuali kalo dikasih..he..he…Ya…sekarang sih beda..namanya juga istri kudu bisa masak, mau gak mau…ya.. harus mau, kata mertua sih biar disayang suami gitu….yo wes lah..inikan ibadah juga. Jangankan disuruh masak disuruh makan juga saya siap…..ha..ha..ha.. (more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.